| Tertipu Gelar Palsu, Pengusaha Malaysia Polisikan Kerabat Keraton Solo |
Detik seorang pengusaha asal kuala lumpur, malaysia, melaporkan seorang kerabat keraton surakarta ke polresta surakarta. pengusaha bernama lim kim ming tersebut mengaku telah ditipu dengan pemberian gelar palsu, penipuan uang hingga ratusan juta rupiah, hingga serangan fitnah yang dilancarkan oleh kerabat tersebut kepadanya.kepada wartawan, ming memaparkan bahwa pada pertengahan 2011 lalu dirinya telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh dua orang berinisial fs dan hss. fs menghubunginya dan menjanjikan bahwa hss akan mengusahakan kenaikan gelar untuknya dengan kompensasi sejumlah uang. sebelumnya, ming memang pernah menerima gelar dari keraton surakarta sebagai kanjeng raden arya (kra)."semula uang yang diminta mencapai angka sangat fantastis, mencapai rp 2 miliar rupiah. namun akhirnya bisa ditawar hingga lebih rendah. kami sudah memberikan uang sebesar rp 125 juta untuk mendapatkan gelar tersebut. adapun gelar yang diberikan itu adalah gelar sebagai kanjeng pangeran (kp), tapi ternyata gelar yang diberikan adalah palsu," ujar kim, minggu (6/1/2013).ming bukan hanya kehilangan uang rp 125 juta, karena selain itu, pihaknya juga dimintai lagi uang sebesar rp 75 juta yang disebut sebagai biaya pembuatan atribut kebesaran untuk gelar kerajaan yang diberikan. bahkan ming juga sempat dimintai lagi uang rp 35 juta yang disebut untuk pembelian hewan kurban.namun setelah dilakukan pengecekan oleh ming, rupanya gelar kp tersebut adalah gelar palsu karena tidak secara resmi dikeluarkan pihak keraton. gelar itu dibuat dan dirancang oleh hss sendiri. hss adalah mantan pejabat tinggi sebuah bumn yang memiliki hubungan dekat dengan beberapa pihak dalam di keraton surakarta. dari keraton surakarta dia mendapat gelar kanjeng pangeran haryo adhipati (kpha)."saya curiga karena ketika saya bertemu hss berpesan agar saya jangan mempertanyakan gelar itu ke pihak keraton. dia juga selaku menghalang-halangi saya ingin bertemu susuhunan paku buwono xiii maupun dengan pihak lembaga adat di keraton. setelah saya berhasil melakukan klarifikasi, terbukti gelar kp yang diberikan kepada saya itu palsu, semua uang yang saya setor juga tidak masuk ke keraton," ujar ming.bukan hanya itu saja yang dipermasalahkan ming. ketika kasus tersebut jual beli gelar keraton itu mencuat, justru hss menuding ming sebagai seorang broker gelar yang sering melakukan praktik jual beli gelar keraton surakarta untuk warga malaysia yang menginginkannya."karena pertimbangan itulah klien kami melaporkan f dan hss telah melakukan penipuan, penggelapan, dan pencemaran nama baik. kepada polisi di polresta surakarta kami mengadukan keduanya telah melanggar pasal 378 dan pasal 372 kuhp," ujar dwi nurdiansyah, kuasa hukum yang mendampingi ming.sementara itu, ketua eksekutif lembaga hukum keraton, kp eddy wirabhumi, saat dimintai keterangan secara terpisah mengaku enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai persoalan tersebut. menurutnya kasus tersebut adalah kasus di luar keraton karena dilakukan oleh pihak-pihak di luar keraton dan sama sekali tidak terkait dengan institusi keraton."memang ada seseorang yang mengaku sebagai kerabat yang memanfaatkan kedekatannya dengan kalangan di dalam keraton untuk kepentingannya sendiri. justru di situlah persoalannya. kami saat ini sedang bekerja keras menata keraton dari sebuah entitas adat menjadi sebuah institusi yang tertata rapi. semua kebijakan dan keputusan baik yang mengikat keluar maupun kedalam harus melalui satu pintu yang dikelola lembaga adat keraton," ujarnya.
atm bri di indomart di jalan h. usman beji, kota depok dibobol maling.
hendrik i raseukiy
percuri beraksi di indomart jalan h. usman, no. 112, rt 2/6, kukusan, beji, kota depok, jabar. sekitar lima petugas dari polsek beji datang untuk memeriksa tkp.
1 unit kotak uang atm bri berhasil dicuri. kerugian belum dapat diperkirakan. anggota reskrim polsek beji, telah datang untuk olah tkp.
"ya, kami tadi mendapat laporan dari dua karyawan indomart. sekrang mereka sedang jalani pemeriksaan," ujar kapolsek beji kompol agus widodo kepada detikcom di mapolsek beji, jalan h. aswawi beji, ahad (6/1/2013).
sorang pegawai indomart mayyudin (23) sedang memberikan keterangan di polsek beji. kejadian ini diketahui pertama sekali oleh mayudin (23) pegawai indomart yang masuk pertama sekali sekitar pukul 07.00 wib.
kejadia diperkirakan terjadi dini hari sekiatr pukul 04.00 wib, di waktu subuh. ketika di kawasan beji sedang diguyur hujan.
jarak tkp dengan mapolsel beji sekitar 1km kearah utara. agus berjanji akan segera lakukan penyeledikan kasus ini.
dari pantauan di lapangan, lubang kunci rolling door dan dan pintuk kaca indomart tersebut rusak.
pencuri masuk dengan merusak kunci pinti. kemudian setelah berhasi memmbobol atm membawa boks uang dengan sebuah powerklip kecil. aksi ini tampak sudah direncanakan dengan matang.
diperkirakan pencuri lebih dari empat orang dengan mengunakan mobil. hal ini terlihat dari jejak yang tinggal berbekas.
tidak ada rekaman cctv yang berhasil terekam aksi pencuri ini. alarm juga tidak berbunyi.
kerugian belum dapat ditaksir. sekarang dua petugas jasa pengantar uang bg solition didampingi briptu diki, seorang tenaga pengaman dari polda metro jaya dipanggil untuk dimintai keterangan tim penyidik polsek beji.
"sebelumnya para pencuri terlebih dulu memutuskan aliran setrum listrik," sebut agus widodo.
menurut, damar agung (40), seorang warga sekitar, dia melihat sekitar seminggu lalu ada sekitar dua kali di hari yang berbeda melihat dua orang tak dikenal mengendarai motor mundar-mandir mengamati indomart.
"seorang di antaranya tengok-tengok dari halaman kayak petugas listrik," sebutnya.
sedangkan indomart sendiri sejak pukul 23.00 sudah tutup tidak beroperasi berdasarkan perda tentang ritail di kota depok. (++++)
(mbr/try)
sumber: www.detik.com
Post a Comment