| Bantuan Bencana Puting Beliung di Pamekasan Belum Cair |
lebih dari 300 warga dari desa trasak, desa peltong dan desa blumbungan, kecamatan larangan, pamekasan, jawa timur, yang jadi korban bencana angin puting beliung senin (28/01/2012) lalu, hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah kabupaten pamekasan.warga berharap mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung. bantuan sementara yang diterima warga hanya berupa beras.rahmad, salah satu korban asal desa peltong mengatakan, tembok rumahnya tiga kamar ambruk. hingga kini, rumah tersebut masih belum diperbaiki karena masih belum memiliki dana yang cukup. rumahnya masih dibiarkan begitu saja dengan hanya ditutup menggunakan kayu papan."masih mempertimbangkan biaya untuk membangunnya. katanya yang rusak parah dijanjikan akan diberi bantuan oleh pemerintah," terangnya, kamis (7/2/2013).kepala badan penanggulangan bencana daerah (bpbd) pamekasan, iskandarsyah menjelaskan, bantuan untuk meringankan biaya perbaikan bangunan yang rusak hingga kini masih diajukan ke bupati pamekasan. pasalnya, tim dari bpbd baru selesai melakukan pendataan jumlah kerugian dan kerusakan secara detil."kalau saat kejadian kemarin kami prediksi kerugian akibat bencana angin puting beliung itu lebih rp 1 milyar. untuk lebih detailnya harus didata ke masing-masing korban," ujarnya.ditambahkan iskandarsyah, meskipun kerugian akibat bencana itu lebih dari rp 1 milyar, bukan berarti semuanya dipenuhi. sebab ada kriteria bagi penerima bantuan dari pemerintah. "kalau kerusakan ringan tidak perlu dibantu. namun bagi yang rusak berat perlu mendapat prioritas dari pemerintah," katanya.tidak hanya itu, bagi keluarga yang berkecukupan, besaran bantuan yang akan diberikan juga menjadi pertimbangan khusus. "semua akan dibantu sesuai dengan kerusakannya. namun ada pertimbangan lain bagi yang kaya dengan yang miskin. sebab prinsip keadilan itu tidak harus sama," ungkapnya.seperti diberitakan sebelumnya, ratusan bangunan rusak akibat diterjang angin puting beliung. kejadian itu diawali dengan hujan deras dan angin kencang yang datangnya dari arah selatan.angin datang secara tiba-tiba dan membuat warga di tiga desa itu berteriak histeris mencari tempat aman untuk menyelamatkan diri. termasuk bangunan yang rusak, atap sdn peltong yang rusak dihempas angin yang menyebabkan situasi belajar mengajar di sekolah itu terganggu hingga terpaksa diliburkan dua hari.satu korban bernama rumamah (44) asal desa peltong, mengalamai patah tulang paha akibat terkena reruntuhan bangunan.
editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment