| Bertemu Wakepsek, Siswi Korban Oral Seks Histeris |
siswi sma negeri jakarta timur berinisial ma yang menjadi korban pelecehan seksual, sempat histeris saat bertemu dengan wakil kepala sekolahnya t dalam pemeriksaan di direskrimum polda metro jaya.
lantaran keadaan yang tidak kondusif tersebut, pemeriksaan terhadap ma tidak berlangsung lama.
"tidak lama karena di dalam ada terlapor, dan pada saat ditemukan (ma) sempat histeris.
tadi bisa kita katakan kondisi korban belum kondusif," kata kuasa hukum ma, hepakta berliana, kepada wartawan, di mapolda metro jaya, selasa (5/3/2013).
oleh karenanya, lanjut hepakta, siswi kelas iii sma itu kemudian dibawa menuju tempat lain.
pemeriksaan terhadap ma juga berlangsung tak lama, namun hepakta mengatakan pihaknya bersedia untuk memenuhi panggilan kembali menjalani pemeriksaan berikutnya.
"nanti kalau diperlukan lagi akan dipanggil," ujar hepakta.
pihaknya mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari kepolisian mengenai kasus itu.
dia berharap pihak kepolisian bisa memproses kasus tersebut dengan segera dan menentukan status terlapor.
ma menjadi korban pelecehan seksual setelah dipaksa melakukan oral seks sebanyak empat kali oleh gurunya berinisial t.
aksi itu pertama kali dilakukan satu kali di bulan juni 2012 di salah satu tempat wisata besar di jakarta utara dan tiga kali dilakukan pada juli 2012, masing-masing di tempat yang sama saat pertama kali, bogor, dan rumah t di bekasi.
sang guru, kata ma, selalu menyertai aksi bejat dengan sejumlah ancaman.
ancaman yang diterimanya antara lain akses mendapat ijazah dipersulit serta nilai ujian nasional yang jelek.
t memperlakukan ma layaknya wanita bayaran.
usai memaksa ma oral seks, pelaku menurunkan korban di tepi jalan dekat dengan rumah dan memberi uang rp 50.
000 untuk ongkos pulang.
ma yang tak bisa berbuat banyak terpaksa menerima dan memilih memendamnya dalam hati.
terungkapnya kasus tersebut bermula saat ma sudah tak tahan lagi untuk menceritakan aibnya.
seorang guru berinisial y pun menjadi tempat curhat pertamanya.
y kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban dan akhirnya mereka memberanikan diri melaporkan aksi amoral pelaku ke polda metro jaya, 9 februari 2013.
editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment