| Menanti Aksi Jago Tua Hopkins |
di jagat tinju, adalah lazim seorang petinju berkata, "satu kanvas lagi lantas saya berhenti".
namun, kenyataannya ia belum berhenti.
naik ring lagi, lagi, dan lagi hingga ia kembali berkata, "satu duel lagi, lalu saya benar-benar pensiun.
""candu" ada di dunia tinju.
ketika bernard hopkins (48) menganvaskan jean pascal untuk merebut titel kelas berat ringan wbc pada 2011, ia memproklamirkan diri sebagai petinju tertua yang memenangi gelar utama di jagat tinju dunia.
sejak memasuki usia kepala empat, ia telah 11 kali bertanding (menang 7 kali), mengalahkan petinju berusia lebih muda, termasuk kelly pavlik, antonio tarver, dan pascal.
hopkins belum jemu.
pada sabtu (9/3) malam di barclays center, brooklyn, new york, ia akan naik ring.
jago tua ini menantang juara kelas berat ringan ibf, tavoris cloud (24 kali menang dengan 19 ko), yang 17 tahun lebih muda darinya.
"saya tidak menghitung usia.
orang lain yang menghitungnya.
saya sudah mendengar kata 'tua' itu sejak berusia 35 tahun," kata hopkins.
mantan petinju glen johnson, yang juga teman akrab hopkins, mengatakan, hopkins adalah legenda hidup.
"bernard pasti merasa, sudah saatnya ia berhenti.
namun, saya kira ia belum yakin inilah saat ia harus berhenti," kata johnson.
"saya berkesempatan untuk menunjukkan beberapa bakat bernard hopkins yang tidak seorang pun mungkin melihatnya di sepanjang karier saya," kata hopkins.
sang calon lawan juga mengakui ketangguhan hopkins.
"saat ini, ia adalah petinju paling berbahaya di dunia.
namun, ia bisa jadi terlalu tua untuk memetik kemenangan.
saya akan menghadapi taktik-taktik usang.
saya akan bertarung dengan gaya saya.
saya akan membuatnya mengikuti apa yang saya lakukan," tegas cloud.
(afp/ivv)
sumber :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment