Home » » Niat Cari Suaka ke Australia, Malah Tertipu Agen Malaysia

Niat Cari Suaka ke Australia, Malah Tertipu Agen Malaysia

Written By laso on Sunday, 10 March 2013 | 22:12




Niat Cari Suaka ke Australia, Malah Tertipu Agen Malaysia
Niat Cari Suaka ke Australia, Malah Tertipu Agen Malaysia





salah seorang imigran gelap asal myanmar yang terdampar di wakatobi, sulawesi tenggara, husain (52), mengaku tertipu saat berusaha mencari suaka ke australia.
husain bercerita bahwa mereka naik pesawat dari malaysia menuju medan lalu dengan menggunakan bus carteran ke jakarta.
selanjutnya, ia bersama keluarga dan temannya yang lain naik pesawat ke kendari, kemudian menempuh perjalanan laut menuju ke australia.
ia mengaku ditipu oleh agen di malaysia karena sebelumnya dijanjikan akan diangkut dengan perahu yang bagus.
namun di tengah laut, km rahayu lestari dengan kapasitas 6 gros ton, yang mereka tumpangi, terdampar di pulau kapota, wanci kabupaten wakatobi, karena mengalami kerusakan mesin.
"saya sekeluarga dari malaysia ke indonesia melalui agen di malaysia bernama daud.
untuk ke australia kami membayar rp 15 juta perorang, tetapi agen di indonesia tidak tahu.
kami ditinggal di tengah laut.
semua abk lari tinggalkan kami di atas kapal," tuturnya saat ditemui di penampungan para imigran di salah satu hotel di jalan syech yusuf, kendari, minggu (10/3/2013).
menurut husain, ia dan teman-temannya ingin pergi ke australia karena saat ini negara mereka tidak aman.
ia menjelaskan, australia menjadi tujuan karena merupakan salah satu negara yang bersedia menampung pengungsi imigran.
"australia tempat yang baik buat saya dan keluarga, mereka menjamin hidup yang layak bagi pengungsi dan disana banyak saudara saya yang berhasil mendapatkan suaka," tuturnya.
ia bersama keluarga mengaku, sudah tidak tahan tinggal di myanmar sebab merasa tidak aman akibat kezaliman pemerintahan myanmar.
"banyak keluarga yang mati dibunuh termasuk orang tua saya.
kami ke australia ingin mencari hidup," tambahnya.
sementara itu, kepala imigrasi kelas i/a kendari r.
hendriarto mengatakan, saat ini pihaknya tetap menjaga para imigran yang ditampung sementara di salah satu hotel, dibantu petugas kepolisian.
ia mengaku tidak ingin kecolongan seperti beberapa waktu lalu, terkait dua imigran yang melarikan diri saat di penampungan.
"kami menyiapkan penampungan sementara dan menjamin imigran itu mendapat makanan dan kesehatan yang layak.
pihak internasional migran organisation (imo) juga ikut membantu," terangnya.
hendriarto menjelaskan, sudah berkoordinasi dengan pihak rumah detensi imigrasi (rudenim) bali, pontianak dan tanjung pinang untuk memindahkan para imigran tersebut.
"kami tidak punya rudenim dan tidak selamanya imigran sebanyak 90 orang tinggal di hotel, sehingga saya sudah mengontak tiga rudenim itu.
tapi kepastian untuk pemindahan para imigran harus mendapat persetujuan pusat," tukasnya.
sebelumnya diberitakan, 90 orang imigran itu dipindahkan dari kabupaten wakatobi setelah terlebih dulu dievakuasi tim penyelamat setelah kapal yang mereka tumpangi untuk menuju australia terdampar di pulau kapota, kabupaten wakatobi karena mengalami kerusakan mesin.
lima orang imigran sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap.
sementara itu, lima awak km rahayu lestari melarikan diri, tetapi tiga orang di antaranya berhasil ditangkap.
dari 90 orang imigran itu terdapat 10 balita, empat perempuan, dan 76 pria.










editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger