Home » » Setelah Kongres Demokrat 2010

Setelah Kongres Demokrat 2010

Written By laso on Wednesday, 20 March 2013 | 17:42




Setelah Kongres Demokrat 2010
Setelah Kongres Demokrat 2010





pujian setinggi tempat bintang melayang diterima partai demokrat setelah kongres pada mei 2010 di bandung, jawa barat.
selain berlangsung demokratis, kongres itu juga memunculkan sosok yang saat itu dinilai sebagai calon pemimpin masa depan dan terpilih sebagai ketua umum, anas urbaningrum.
apa yang dilakukan demokrat dalam kongresnya tahun 2010 menjawab dua kerinduan besar masyarakat terhadap dunia politik indonesia saat ini.
pertama, kerinduan terhadap partai yang terbuka dan demokratis.
kedua, kerinduan terhadap sosok baru (calon) pemimpin nasional.
namun, tak lebih dari satu tahun dalam pujian, wajah lain kongres 2010 mulai terlihat.
demokrasi yang dipertontonkan dalam kongres ditengarai juga diiringi praktik politik uang.
anas yang diharapkan memberikan udara baru politik nasional kini menjadi tersangka korupsi.
pengurus demokrat lain lebih dahulu terbukti korupsi, yaitu m nazaruddin, angelina sondakh, dan hartati murdaya.
berbagai pujian yang muncul setelah kongres 2010 surut, dan yang kemudian muncul adalah berbagai masalah terkait korupsi.
kesibukan baru muncul, ”mengurus” kader yang diproses hukum.
elektabilitas partai pemenang pemilu 2009 ini terus turun.
faksi-faksi yang terbentuk dalam kongres 2010 dan masih bertahan sampai sekarang memperuncing keadaan.
berhentinya anas sebagai ketua umum setelah ditetapkan sebagai tersangka menambah masalah.
di partai yang didirikan dan dibina susilo bambang yudhoyono sejak 2001 ini, tidak mudah ternyata mencari kader yang memiliki kapasitas menjadi ketua umum untuk menggantikan anas.
menjadi ketua umum himpunan mahasiswa islam (1997-1999) menjadi salah satu prestasi berorganisasi anas yang tidak bisa diremehkan.
selain hmi merupakan organisasi yang besar, saat itu indonesia juga sedang berada dalam masa transisi dari orde baru ke era reformasi.
sulitnya mencari ketua umum demokrat pada saat ini, menurut yunarto wijaya dari charta politika, juga disebabkan banyaknya syarat untuk menduduki posisi itu.
bahkan, tuntutan ketua umum mendatang jauh lebih banyak dibandingkan dengan tuntutan yang harus dijawab anas saat menjadi ketua umum.
”ketua umum partai demokrat mendatang tidak hanya terkait dengan kerja operasional partai, tetapi juga berhubungan dengan kebutuhan pengamanan partai dan yudhoyono setelah tidak berkuasa di tahun 2014.
ketua umum mendatang juga harus diterima oleh semua kader,” papar yunartosaking banyaknya syarat yang harus dipenuhi, bahkan kehadiran ani yudhoyono pun ”ditolak” saat dimunculkan sebagai calon ketua umum.
ketika ketua dpp partai demokrat gede pasek suardika mengusulkan yudhoyono menjadi ketua umum, wakil ketua umum max sopacua menuding usulan itu sebagai upaya mengail di air keruh.
bagian dari faksi
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger