Home » » Siswi dan Wakepsek Diperiksa, Hasil Belum Dikonfrontir

Siswi dan Wakepsek Diperiksa, Hasil Belum Dikonfrontir

Written By laso on Wednesday, 6 March 2013 | 03:42




Siswi dan Wakepsek Diperiksa, Hasil Belum Dikonfrontir
Siswi dan Wakepsek Diperiksa, Hasil Belum Dikonfrontir





ma, siswi sma negeri jakarta timur, yang melaporkan wakil kepala sekolahnya sendiri berinisial t,  diperiksa direktorat reserse kriminal umum (direskrimum) polda metro jaya, selasa (5/3/2013).
namun, perkembangan resmi hasil penyelidikan hingga saat ini belum diketahui.
"belum, belum (dikonfrontir).
kita serahkan semuanya ke penyidik, jadi kita percayakan semua ke penyidik, kalau ada apa-apa, tanyakan saja ke penyidik," kata kuasa hukum ma, sandro simbolon, selasa malam.
sandro yang ditanyai seputar barang bukti apa yang sudah diberikan dan hasil sementara pemeriksaan enggan mengomentarinya.
ia juga enggan menyampaikan apakah pemeriksaan ma, dan t sudah dikonfrontir penyidik dari kepolisian.
"besok diperiksanya, kita serahkan dan percayakan ke penyidik," ujar sandro.
diberitakan sebelumnya, t yang menjadi terlapor dalam kasus tersebut diperiksa pihak penyidik kepolisian sejak selasa siang hari ini.
sementara ma sendiri, tiba pada sore harinya ditemani beberapa orang yang diduga sebagai orang tua dan keluarga dekat.
hingga selasa malam, baru ma yang selesai diperiksa kepolisian sekitar pukul 20.
30 wib.
ma keluar dengan wajah ditutupi menggunakan jaket warna hitam dan langsung dijemput menggunakan taksi.
sementara t masih menjalani pemeriksaan di direskrimum polda metro jaya.
ma menjadi korban pelecehan seksual setelah dipaksa melakukan oral seks sebanyak empat kali oleh gurunya berinisial t.
aksi itu pertama kali dilakukan satu kali di bulan juni 2012 di salah satu tempat wisata besar di jakarta utara dan tiga kali dilakukan pada juli 2012, masing-masing di tempat yang sama saat pertama kali, bogor, dan rumah t di bekasi.
sang guru, kata ma, selalu menyertai aksi bejat dengan sejumlah ancaman.
ancaman yang diterimanya antara lain akses mendapat ijazah dipersulit serta nilai ujian nasional yang jelek.
t memperlakukan ma layaknya wanita bayaran.
usai memaksa ma oral seks, pelaku menurunkan korban di tepi jalan dekat dengan rumah dan memberi uang rp 50.
000 untuk ongkos pulang.
ma yang tak bisa berbuat banyak terpaksa menerima dan memilih memendamnya dalam hati.
terungkapnya kasus tersebut bermula saat ma sudah tak tahan lagi untuk menceritakan aibnya.
seorang guru berinisial y pun menjadi tempat curhat pertamanya.
y kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban dan akhirnya mereka memberanikan diri melaporkan aksi amoral pelaku ke polda metro jaya, 9 februari 2013.










editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger