| Kenalan, Kopi Darat, Waspada Terjerat Penjahat... |
febi (16), dinda (17), dan tasya (16), tiga sekawan ini mengaku memperoleh pacar lewat perkenalan di facebook.
menurut mereka, lebih mudah memperoleh pacar di media sosial, dibandingkan di dunia nyata.
di antara ketiga siswi sma itu mulanya febi yang memulai menjalin perkenalan dengan seorang siswa sma di jakarta timur, yang kini menjadi pacarnya.
keberhasilan febi kemudian diikuti kedua temannya, dinda dan tasya.
febi mengaku, lebih memilih mencari pacar di media sosial karena tak perlu merasa malu seperti di dunia nyata.
”kalau cari pacar di lingkungan sekolah atau rumah kan malu,” katanya.
perkenalan dimulai dengan saling memberikan perhatian dengan memberi tanda ”like” pada setiap status ataupun foto yang diunggah lawan jenisnya.
pilihan pertama febi jatuh pada pemilik akun facebook yang memasang foto yang berparas menarik dan usianya sebaya dengan dirinya.
baru kemudian, dia tertarik menjalin pertemanan dengan pria itu.
hanya memakan waktu beberapa hari, setelah berkomunikasi intensif lewat facebook dan telepon, febi memutuskan bertemu dengan pria yang dikenalnya di dunia maya itu.
untuk menjaga keamanan diri, febi memutuskan bertemu di pusat grosir cililitan karena terbuka dan dipadati orang berbelanja.
dia juga membawa serta pria saudaranya.
singkat kata, perkenalan febi di facebook itu berjalan lancar.
kini, laki-laki itu pula yang menjadi pacarnya.
tren berkenalan melalui media sosial yang dilanjutkan kopi darat ini bukan hanya terjadi belakangan ini, malah sudah berlangsung tiga sampai empat tahun terakhir.
pricillia (21), mahasiswi tingkat akhir salah satu universitas swasta di tangerang, mengaku, semasa duduk di sma pun sering melakukan kopi darat dengan pria-pria yang ia kenal melalui internet.
dia bahkan berani menemui mereka sendirian.
pricillia mengaku, terkadang bahkan dia yang berinisiatif mengajak kopi darat.
pertemuan itu biasanya setelah berkomunikasi sekitar satu bulan melalui percakapan di dunia maya, chatting.
bermacam-macam hal bisa ia bicarakan bersama lawan bicaranya itu.
pricillia mengatakan, kendati sering melakukan kopi darat, kehati-hatian itu tetap diperlukan.
salah satu kebiasaannya sebelum menyanggupi kopi darat adalah memperhatikan karakter lawan bicaranya.
hal itu dapat tecermin dari pembicaraan melalui chatting yang berlangsung selama satu bulan.
namun, tak sedikit pula yang harus menelan pil pahit setelah bertemu dengan kenalannya di media sosial.
ds (24), tenaga kerja wanita dari taiwan, misalnya, menjadi korban pembiusan oleh kenalannya di facebook berinisial ian, saat bertemu di jakarta, 7 april.
uang hasil bekerja di taiwan sebesar 1.
800 dollar as pun dirampas ian selagi ds pingsan terbius di salah satu hotel di jalan pramuka, jakarta timur.
padahal, pengakuan ds, dia sudah menjalin hubungan cukup serius lewat facebook sejak desember 2011.
”karena saya yakin dan sudah merasa dia menjadi pacar saya, kami sepakat bertemu di jakarta setelah saya pulang dari taiwan.
namun, yang terjadi malah sebaliknya, saya ditipu,” ujarnya.
(*/k07/mdn)
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment