| Musyawarah KNPI di Sumut, Diwarnai Baku Hantam |
sejumlah organisasi menyatakan menolak hasil musyawarah daerah (musda) komite nasional pemuda indonesia (knpi) kabupaten asahan, sumatera utara (sumut). musda itu diwarnai aksi baku hantam hingga dua orang terluka dan sejumlah organisasi walk out.dalam pernyataan yang diperoleh, minggu (31/3/2013), ketua mahasiswa pacasila (mapancas) asahan khairuddin menyatakan, musda itu cacat hukum, karena melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (ad/art) knpi asahan. ada pemaksaan kehendak.“musda itu cacat hukum, karena mengangkangi ad-art, dan knpi asahan bukanlah wadah preman," ujar khairuddin.pokok persoalan itu yang memicu baku hantam itu terkait mekanisme pencalonan, karena ada perbedaan isi ad/art dengan tata tertib sidang. ketika menggelar musda pada kamis (28/3/2013), ramai interupsi tentang siapa yang berhak dan tidak berhak menjadi ketua.dalam perkembangannya musda yang berlangsung di pendopo rumah dinas bupati asahan di kisaran itu, diwarnai aksi pemukulan terhadap ketua ikatan pemuda tarbiyah islam (ipti) nurkarim nehe dan tokoh pemuda anda s rambe. nurkarim nehe bahkan harus dirawat di rumah sakit setio husodo, karena luka yang dialaminya.kisruh inilah membuat 11 organisasi kemudian melakukan aksi walk out dari arena musda. mapancas, bm pan, gp ansor, ikatan pelajar nahdatul ulama, gpii, fokusmaker, gamki, pemuda katolik indonesia, imm, pemuda al washliyah, ipti dan pemuda bulan bintang. kendati ada walk out, namun panitia tetap melanjutkan pemilihan dan akhirnya memilih agus ramanda sebagai ketua terpilih.karena masalah mekanisme yang tidak sesuai ini, maka 11 organisasi yang walk out akan meminta knpi provinsi sumut maupun dpp knpi untuk meninjau kembali keabsahan musda asahan."kita menginginkan knpi ini bisa maju dan menyumbang pemikiran yang baik untuk bangsa, dan terhindar dari rekayasa untuk menduduki kepemimpinan, dengan mengorbankan organisai pemuda lainnya," jelas khairudin. (rul/rvk)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment