| Pamekasan Punya Gusdurian |
untuk menjaga eksistensi pemikiran dan sepak terjang perjuangan presiden kh abdurrahman wahid atau gus dur, sekelompok pemuda di pamekasan mendeklarasikan komunitas pengagum gus dur atau gusdurian.
komunitas ini diresmikan di aula sekolah tinggi agama islam negeri (stain) pamekasan, selasa (9/4/2013).
"sekarang pemikiran dan sepak terjang gus dur mulai terkikis, terutama di kalangan intelektual muda.
sehingga pemikiran gus dur harus tetap dijaga selamanya dari generasi ke generasi," terang koordinator gusdurian pamekasan, miftahurrahman.
dia mengatakan komunitas ini dibangun untuk membumikan pemikiran gus dur yang dikenal sebagai tokoh toleran, plural, moderat, dan pro-kaum minoritas.
pemikiran semacam itu, kata miftahurrahman, harus dikaji dan diaplikasikan dalam segala tindakan sehari-hari, baik dalam beragama, bersosial, maupun berpolitik.
komunitas ini, ujar dia, akan menjaga dan mengawal apa yang sudah diwariskan oleh gus dur.
sebab gus dur yang lebih dikenal setelah wafatnya sebagai bapak bangsa, sudah membangun pondasi pemikiran yang tidak ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri.
"modernitas yang dibangun gus dur telah mengantarkan bangsa indonesia disegani oleh bangsa-bangsa lain.
terbukti gus dur lebih diterima oleh bangsa lain daripada bangsa sendiri," beber miftahurrahman.
salah satu pemikiran politik gus dur yang monumental, sebut dia, adalah penghapusan dwi fungsi abri dan pemisahan polri dengan tni.
peresmian gusdurian pamekasan ini juga disemarakkan kegiatan pameran foto gus dur selama masa hidup hingga wafatnya.
foto-foto gus dur yang dipajang di antaranya saat bersama dengan sejumlah petinggi negara-negara di asia dan eropa dan afrika, bersama sejumlah kiai dan tokoh masyarakat lintas-agama dan lintas-partai politik.
selain itu, ada juga foto-foto gus dur bersama calon gubernur jawa timur khofifah indar parawansa.
"foto-foto yang kami pajang adalah milik adi m massardi mantan juru bicara gus dur yang monumental.
dengan dipajangnya foto-foto gus dur, kerinduan atas gus dur sedikit terobati," ungkap miftahurrahman.
bersamaan, digelar juga bedah buku karya khofifah indarparawansa, berjudul melawan pembajakan demokrasi.
buku tersebut mengangkat telikungan politik di jawa timur khsusnya dan di indonesia pada umumnya, selama khofifah mencalonkan diri sebagai gubernur jawa timur pada 2008.
khofifah sendiri yang datang membedah buku tersebut dengan dihadiri ratusan mahasiswa, aktivis muslimat, ipnu, ippnu dan masyarakat umum lainnya.
editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment