Home » » Bukan Masalah Bunga, Tapi Jumlah Angsurannya!

Bukan Masalah Bunga, Tapi Jumlah Angsurannya!

Written By laso on Wednesday, 1 May 2013 | 22:21




Bukan Masalah Bunga, Tapi Jumlah Angsurannya!
Bukan Masalah Bunga, Tapi Jumlah Angsurannya!





menjelang pertengahan 2013, daya beli properti masyarakat indonesia tampaknya tidak akan banyak berubah.
masyarakat itu tidak akan lagi melihat suku bunga, tapi daya angsurannya.



kalau sekarang pendapatannya naik, dia tidak akan masalahkan bunganya berapa, yang penting bisa mengangsur.

-- setyo maharso
demikian diungkapkan ketua umum dewan pengurus pusat persatuan perusahaan reaestat indonesia (dpp rei) setyo maharso usai diskusi penentuan hak suara pemilik/penghuni rusun yang digelar oleh persatuan perhimpunan penghuni rumah susun indonesia (p3rsi) di jakarta, rabu (1/5/2013).
menurut dia, jumlah angsuran jauh lebih berpengaruh ketimbang tingkat suku bunga.
"masyarakat tidak akan melihat suku bunga, tapi daya angsurannya.
kalau sekarang pendapatannya naik, dia tidak akan masalahkan bunganya berapa, yang penting bisa mengangsur," kata setyo.
 "makanya, kalau menpera (djan faridz) bicara pasokan flpp kurang, harusnya menpera introspeksi.
masyarakat kita tidak mau beli rumah dengan harga rp 88 juta, tapi beli yang rp 100 juta.
hal ini kan ini harus dievaluasi," kata setyo.
 setyo juga mengatakan, isu pencabutan subsidi bahan bakar minyak (bbm) tidak akan berpengaruh banyak pada sektor properti.
semua tidak serta-merta tergantung bbm.
"sekarang ini kenaikannya berapa, industrinya naik berapa, transportasi naik berapa, itu nanti yang akan dikapitulasi di industri realestat," tandasnya.
 setyo bahkan mengandaikan, bahwa sektor properti saat ini seperti "gadis seksi".
selain gain yang didapat masih tinggi, kapasitas kebutuhannya juga masih meningkat.
 berdasarkan data terakhir badan pusat statistik (bps), lanjut dia, kebutuhan akan properti residensial di indonesia per tahun masih mencapai lebih dari 700.
000-an unit.
hal ini tidak bertentangan dengan beberapa hasil riset konsultan properti global sepert iknight frank, atau urban land institute (uli), serta pricewaterhousecoopers (pwc) yang menahbiskan jakarta sebagai arena investasi properti nomor satu di dunia.
baca juga:
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger