| Jeritan Supir Angkot Di Terminal Pulogebang, Dikala BBM Naik |
dampak kenaikan bbm, tarif angkutan mencekik penumpang, sopir angkot juga harus merogoh kocek lebih besar karena kenaikan bbm. hal itu dicurahkan sopir-sopir angkot di terminal pulogebang."berat juga. biasa kita tarif dari tanjung priok- cilincing biasa 3500, penumpang bayarnya 3000 udah susah," ujar ahmad (39) supir angkut t 01 jurusan tanjung priok- cakung usai mengikuti sosialisasi terminal pulogebang, rabu (19/6/2013)dia mengaku akan kesulitan mencari penumpang terutama untuk jalur trayeknya. "nanti bbm tarif anggkot naik jadi 5000 makin sulit lagi nyari penumpangnya," kata ahmad.hal senada juga dikatakan oleh saprin supir angkot kwasi wahana kapilka (kwk) 29 jurusan ia mengaku keberatan jika bbm naik pasalnya supir-supir angkot lain akan kena imbas juga."yang dulu-dulu kalau bbm naik, supir pasti tekor, karena setoran pasti ikut naik," kata saprin.saprin mengatakan sebagai supir dirinya tidak mempermasalahkan kalau bbm harus naik, namun yang jadi permasalahan penumpang tidak peduli."bbm naik sewa penumpang banyak yang nggak peduli, mau nggak mau harus ngotot-ngototan yang akhirnya sopir salah lagi. pendapatan supir jadi berkurang," tuturnya.samin rekan kerja saprin menuturkan sebagai orang kecil dirinya setuju kalau bbm harus naik, namun jangan sampai membebani rakyat kecil."emang pernah ada sejarahnya orang kaya naik angkot? angkot itu sewanya orang miskin semua, kayak pedagang kaki lima, bocah sekolah, enggak ada ceritanya orang kaya naik angkot," kata samin.samin mengatakan harusnya untuk kendaraan plat kuning subsidi bbm-nya jangan dicabut. "kalau mau pemerintah naikin bbm, subsidi bbm buat angkot jangan dicabut jadi penumpang atau sopir angkot enggak bakal menjerit gara-gara bbm naik," tandasnya. (edo/rvk)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment