Home » » Diduga akan Tangkap Penyu di Kepulauan Derawan, 2 Kapal Nelayan Diamankan

Diduga akan Tangkap Penyu di Kepulauan Derawan, 2 Kapal Nelayan Diamankan

Written By laso on Wednesday, 24 July 2013 | 04:29




Diduga akan Tangkap Penyu di Kepulauan Derawan, 2 Kapal Nelayan Diamankan
Diduga akan Tangkap Penyu di Kepulauan Derawan, 2 Kapal Nelayan Diamankan





dua kapal nelayan asal jakarta, ditangkap petugas gabungan dinas kelautan dan perikanan kabupaten berau, kalimantan timur (kaltim) serta petugas tni al, di sekitar perairan laut kepulauan derawan, berau. kedua kapal itu menebar jaring pukat di daerah konservasi penyu.keterangan dihimpun detikcom, penangkapan itu dilakukan petugas gabungan dibantu warga sekitar derawan, senin (22/7/2013) kemarin, di sekitar perairan pulau sangalaki dan pulau semama. selain 2 kapal nelayan bernomor gt 72 dan gt 29 dengan total 25 abk, petugas juga menangkap 12 kapal nelayan asing lainnya di sekitar perairan yang sama."mereka memiliki jaring ikan jenis pukat harimau dan memasangnya di perairan laut konservasi satwa penyu," kata kepala kampung derawan kecamatan derawan, bahri, ketika dihubungi, selasa (23/7/2013).saat ini, sambung bahri, kesemuanya tangkapan itu berada di pulau derawan, kecamatan derawan, untuk menjalani pemeriksaan sementara. sedangkan seluruh kapal juga disandarkan dermaga sementara di pulau derawan."kita hari ini juga berupaya menarik pukat yang sudah berada di bawah permukaan laut, panjangnya ratusan meter. pukat ini berada di konservasi penyu," tegas bahri.dihubungi terpisah, kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten berau, fuadi, membenarkan kejadian itu. menurut dia, 2 kapal nelayan dari jakarta telah mengantongi izin sebagai kapal nelayan."cuma alat tangkapannya itu untuk alat tangkap ikan pari dan dipasang di perairan konservasi penyu. kedatangan 2 kapal itu juga tidak berkoordinasi dengan kita," kata fuadi."mereka memasang alat tangkap (pukat) itu di perairan berau dan sangat riskan mengganggu keseimbangan biota laut karena itu area konservasi penyu," ujarnya.kesemuanya, sambung fuadi, kini berada di pulau derawan, termasuk 12 kapal nelayan asing yang diduga berasal dari malaysia."terkait 12 kapal nelayan asing itu, diduga mereka adalah manusia kapal yang hidupnya memang di kapal. pemerintah malaysia sendiri berdasarkan pengalaman sebelumnya tidak mengakui mereka adalah warganya," terang fuadi."untuk dugaan mereka mencuri ikan di perairan kita, masih kita selidiki lebih lanjut. yang jelas, sekarang petugas gabungan dan warga masih berupaya menarik alat tangkap (pukat) kapal asal jakarta itu. kalau tidak menarik dan mengangkatnya, penyu bisa terjerat," tutup fuadi.sejumlah pedagang minyak goreng mencampur solar dan lemak sapi, saksikan di reportase investigasi pukul 15.00 wib hanya ditrans tv (fjp/fjp)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger