| Rupiah Melemah, Menaikkan BI Rate Dianggap Keliru |
kebijakan bank indonesia (bi) menaikkan suku bunga acuan bi (bi rate) dinilai keliru.
pasalnya, nilai tukar rupiah terus melemah.
analis trust securities reza priyambada mengatakan, kondisi nilai tukar rupiah yang di atas rp 10.
000 per dollar as memang sesuai dengan prediksinya semula.
kebijakan kenaikan bi rate dinilai tidak efektif untuk mengangkat dari pelemahan rupiah.
"pelaku pasar pun akhirnya menyadari bahwa kebijakan bi untuk menaikkan bi rate merupakan kebijakan yang keliru karena dilakukan di tengah perekonomian yang sedang melambat," kata reza di jakarta, minggu (21/7/2013).
reza menyadari, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi sentimen negatif dari global, khususnya data pertumbuhan ekonomi china yang belum sesuai ekspektasi.
hal ini juga berdampak ke neraca perdagangan di tanah air.
pasalnya, china merupakan negara tujuan ekspor tertinggi dari indonesia.
di sisi lain, kebijakan menaikkan harga bbm bersubsidi juga memperlihatkan adanya kebijakan pengetatan fiskal sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
jelang pertemuan kongres the fed, laju rupiah pun masih melemah.
pelaku pasar kembali bersikap menahan diri untuk memastikan apakah ben bernanke akan tetap mempertahankan stimulusnya atau menguranginya.
"adanya pernyataan salah satu pejabat bahwa level rp 10.
000 bukanlah level psikologis, belum percayanya pasar terhadap fundamental ekonomi indonesia, melambatnya ekonomi china, dan pernyataan bi bahwa inflasi juli bisa akan lebih tinggi direspon negatif oleh pasar bahwa ekonomi masih akan terbebani dan tidak mungkin bagi bi untuk kembali menaikkan bi rate," jelasnya.
berdasarkan kurs tengah bi, nilai tukar rupiah terus melemah.
sejak awal pekan lalu, rupiah masih berada di level rp 10.
024 per dollar as.
namun hingga akhir pekan kemarin, jumat (19/7/2013), rupiah melemah di level rp 10.
070 per dollar as.
hingga akhir juni 2013, posisi nilai cadangan devisa ri merosot menjadi 98,095 miliar dollar as, dibanding periode akhir mei 2013 yang masih 105 miliar dollar as.
editor : hindra liauw
berita terkait
sinyalnya, rupiah menguat
pidato "perpanjangan stimulus" bernanke rontokkan dollar as
kondisi domestik kerek dollar as tembus rp 10.
000
waduh.
.
.
.
dollar as sudah "ceban"
dollar as kembali perkasa
topik pilihan:
liverpool ke indonesia
motogp as
vilanova tinggalkan barcelona
kasus ponsel terbakar
gebrakan jokowi-basuki
geliat politik jelang 2014
berita pilihan
jokowi bantah dana blusukan hingga rp 26,6 miliar
fpi-warga bentrok, apa komentar presiden?
orangutan dan simpanse juga bisa bernostalgia
lurah pasar minggu: di sini bikin ktp 5 menit jadi
heynckes tolak melatih barca
terpopuler + indeks
1
ini komentar dahlan iskan soal investasi ala yusuf mansur
2
yusuf mansur: jangan samakan patungan usaha dengan investasi bodong!
3
ini daftar perusahaan terbesar di indonesia versi fortune
4
garuda terbangkan liverpool dalam lawatannya ke asia
5
inilah 10 perusahaan terbesar di dunia
terbaru + indeks
rupiah melemah, menaikkan bi rate dianggap keliru
jelang lebaran, ini jadwal libur kantor bi
pertamina targetkan masuk 50 perusahaan terbaik
soal investasi, yusuf mansur: niat benar tapi langkah salah
kinerja industri berbasis teknologi tekan wall street
var ox_u = 'http://ads4.
kompasads.
com/new2/www/delivery/al.
php?zoneid=90&layerstyle=simple&align=center&valign=top&padding=0&closetime=30&padding=0&shifth=-8&shiftv=40&closebutton=t&nobg=t&noborder=t';
if (document.
context) ox_u += '&context=' + escape(document.
context);
document.
write("");
news
ekonomi
bola
tekno
entertainment
otomotif
health
female
travel
properti
foto
video
forum
kompasiana
about
advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber
©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia).
all rights reserved.
!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");
window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();
//
jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "26",
sectionid : "566",
articleid : "1040951",
nameutm : "bisniskeuangan",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/07/21/2335501.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://bisniskeuangan.
kompas.
com/read/2013/07/21/2335501/rupiah.
melemah.
menaikkan.
bi.
rate.
dianggap.
keliru',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});
$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});
var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-9']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);
(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment