Home » » Rupiah Melemah, Menaikkan BI Rate Dianggap Keliru

Rupiah Melemah, Menaikkan BI Rate Dianggap Keliru

Written By laso on Monday, 22 July 2013 | 04:51




Rupiah Melemah, Menaikkan BI Rate Dianggap Keliru
Rupiah Melemah, Menaikkan BI Rate Dianggap Keliru





kebijakan bank indonesia (bi) menaikkan suku bunga acuan bi (bi rate) dinilai keliru.
pasalnya, nilai tukar rupiah terus melemah.
analis trust securities reza priyambada mengatakan, kondisi nilai tukar rupiah yang di atas rp 10.
000 per dollar as memang sesuai dengan prediksinya semula.
kebijakan kenaikan bi rate dinilai tidak efektif untuk mengangkat dari pelemahan rupiah.
"pelaku pasar pun akhirnya menyadari bahwa kebijakan bi untuk menaikkan bi rate merupakan kebijakan yang keliru karena dilakukan di tengah perekonomian yang sedang melambat," kata reza di jakarta, minggu (21/7/2013).
reza menyadari, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi sentimen negatif dari global, khususnya data pertumbuhan ekonomi china yang belum sesuai ekspektasi.
hal ini juga berdampak ke neraca perdagangan di tanah air.
pasalnya, china merupakan negara tujuan ekspor tertinggi dari indonesia.
di sisi lain, kebijakan menaikkan harga bbm bersubsidi juga memperlihatkan adanya kebijakan pengetatan fiskal sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
jelang pertemuan kongres the fed, laju rupiah pun masih melemah.
pelaku pasar kembali bersikap menahan diri untuk memastikan apakah ben bernanke akan tetap mempertahankan stimulusnya atau menguranginya.
"adanya pernyataan salah satu pejabat bahwa level rp 10.
000 bukanlah level psikologis, belum percayanya pasar terhadap fundamental ekonomi indonesia, melambatnya ekonomi china, dan pernyataan bi bahwa inflasi juli bisa akan lebih tinggi direspon negatif oleh pasar bahwa ekonomi masih akan terbebani dan tidak mungkin bagi bi untuk kembali menaikkan bi rate," jelasnya.
berdasarkan kurs tengah bi, nilai tukar rupiah terus melemah.
sejak awal pekan lalu, rupiah masih berada di level rp 10.
024 per dollar as.
namun hingga akhir pekan kemarin, jumat (19/7/2013), rupiah melemah di level rp 10.
070 per dollar as.
hingga akhir juni 2013, posisi nilai cadangan devisa ri merosot menjadi 98,095 miliar dollar as, dibanding periode akhir mei 2013 yang masih 105 miliar dollar as.













editor : hindra liauw




























berita terkait

sinyalnya, rupiah menguat
pidato "perpanjangan stimulus" bernanke rontokkan dollar as
kondisi domestik kerek dollar as tembus rp 10.
000
waduh.
.
.
.
dollar as sudah "ceban"
dollar as kembali perkasa







topik pilihan:



liverpool ke indonesia



motogp as



vilanova tinggalkan barcelona



kasus ponsel terbakar



gebrakan jokowi-basuki



geliat politik jelang 2014










berita pilihan







jokowi bantah dana blusukan hingga rp 26,6 miliar













fpi-warga bentrok, apa komentar presiden?













orangutan dan simpanse juga bisa bernostalgia













lurah pasar minggu: di sini bikin ktp 5 menit jadi













heynckes tolak melatih barca









































































terpopuler + indeks




1
ini komentar dahlan iskan soal investasi ala yusuf mansur





2
yusuf mansur: jangan samakan patungan usaha dengan investasi bodong!





3
ini daftar perusahaan terbesar di indonesia versi fortune





4
garuda terbangkan liverpool dalam lawatannya ke asia





5
inilah 10 perusahaan terbesar di dunia






















terbaru + indeks





rupiah melemah, menaikkan bi rate dianggap keliru









jelang lebaran, ini jadwal libur kantor bi









pertamina targetkan masuk 50 perusahaan terbaik









soal investasi, yusuf mansur: niat benar tapi langkah salah









kinerja industri berbasis teknologi tekan wall street







































































var ox_u = 'http://ads4.
kompasads.
com/new2/www/delivery/al.
php?zoneid=90&layerstyle=simple&align=center&valign=top&padding=0&closetime=30&padding=0&shifth=-8&shiftv=40&closebutton=t&nobg=t&noborder=t';
if (document.
context) ox_u += '&context=' + escape(document.
context);
document.
write("");










































news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana




















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber


©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia).
all rights reserved.






































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//







jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "26",
sectionid : "566",
articleid : "1040951",
nameutm : "bisniskeuangan",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/07/21/2335501.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://bisniskeuangan.
kompas.
com/read/2013/07/21/2335501/rupiah.
melemah.
menaikkan.
bi.
rate.
dianggap.
keliru',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});








$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});








var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-9']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);

(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();












sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger