| Program Nongol Babat Gagal Membabat Pelacur Parung |
pemerintah daerah kabupaten bogor mengklaim meski tetap eksis, jumlah wanita tunasusila di areal prostitusi kecamatan kemang dan parung mengalami penurunan. upaya razia dalam program nongol babat alias nobat dianggap bisa menekan kedatangan pelacur dari daerah lain seperti cianjur dan jalur pantai utara pulau jawa.kepala bidang komunikasi dan informasi publik pemerintah daerah kabupaten bogor, erwin suryana, mengatakan sejak bupati rahmat yasin dilantik, upaya penertiban prostitusi di parung gencar dilakukan. namun, memang memerlukan proses waktu. persoalan utama, menurut dia, selama ini para pelacur yang sering dirazia kembali lagi ke parung untuk mangkal. padahal, saat di panti rehabilitasi sudah diberikan keterampilan dan bimbingan agama. "artinya kan begini, dari awal sudah dilakukan penertiban prostitusi. cuma persoalannya kucing-kucingan tuh. ketangkap terus mereka balik lagi," kata erwin saat dihubungi detik, rabu (18/12).erwin menegaskan seharusnya masyarakat bisa menerima dan tidak mendiskriminasikan pelacur yang ingin kembali ke jalan yang benar. menurutnya, selama ini wanita tunasusila mendapat diskriminasi dan tidak diterima sehingga dikucilkan. hal inilah, ujar dia, yang harus diluruskan dalam masyarakat. "persoalannya bukan cuma di pemda. ini tidak sesederhana itu persoalannya. masyarakat asal psk juga harus mengerti," kata erwin.dia menambahkan, program nobat akan terus dilakukan. sebulan lalu, razia terhadap pelacur kembali dilakukan pihak satpol pp. ia menepis kalau program ini dianggap pasif karena hanya dilakukan saat menjelang bulan puasa. next
halaman
1 2
next
ikuti berbagai peristiwa menarik hari ini dan peristiwa unik sepanjang 2013 di "reportase spesial akhir tahun" yang akan tayang mulai senin 23 desember pukul 14.45 wib. hanya di trans tv (brn/brn)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment