| KPK Terima Laporan Dugaan Korupsi P2SEM di Jatim |
kpk mendapatkan laporan dugaan korupsi program penanganan sosial ekonomi masyarakat (p2sem) di jawa timur. laporan tersebut kini tengah ditelaah kpk."benar ada laporan terkait p2sem pada desember 2013," ujar jubir kpk johan budi di kantornya, jl hr rasuna said, jaksel, kamis (23/1/2014).johan mengatakan, laporan tersebut masih berada di direktorat pengaduan masyarakat. tim yang ada di divisi itu sedang melakukan penelaahan."setelah telaah, begitu ada indikasi ada korupsi, langsung dilakukan penyelidikan," ujar johan.sebelumnya, mantan ketua dprd jatim fathorrasjid menyatakan ada keterlibatan pejabat eksekutif dan legislatif di jawa timur dalam kasus korupsi dana program penanganan sosial ekonomi masyarakat (p2sem). dia mengklaim memiliki 5 dokumen penting untuk mendukung langkahnya tersebut.dokumen-dokumen itu akan disampaikan langsung ke komisi pemberantasan korupsi (kpk) sebagai pintu masuk untuk mengungkap koruptor kelas kakap di jatim."salah satu dokumen itu sudah saya sampaikan, yakni surat kepala bapemas kepada gubernur jatim tertanggal 18 maret 2008. masih ada 5 dokumen lagi yang saya miliki," tandas fathorrasjid dalam jumpa persnya di situbondo, selasa (7/1/2014) lalu.sayang, politisi asal situbondo itu menolak merinci kelima dokumen tersebut. menurut dia, lima dokumen itu akan dibeber secara bertahap. ibarat film, pengungkapan kelima dokumen itu akan dibuat berseri. di antaranya juga akan disampaikan langsung ke kpk, sehingga akan terungkap siapa saja koruptor kelas kakap di jatim."saya akan menyampaikan ke kpk secepatnya, mungkin akhir bulan ini. untuk siapa-siapanya biar nanti kpk yang menyampaikan, itu wilayahnya kpk. meskipun sebenarnya saya juga tahu," tutur pria asal kelurahan dawuhan, kecamatan kota situbondo itu.lantaran belum juga mendapatkan bantuan, ratusan warga korban banjir di indramayu memblokir jalur pantura dan terlibat kericuhan dengan polisi. simak liputan lengkapnya hanya di reportase malam pukul 01.40 wib, hanya di trans tv (fjp/rmd)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment