| MRT Lebih Layak dari Monorel, Ini Alasannya |
pada tahun 2004 lalu gubernur dki jakarta sutiyoso telah memikirkan perlunya sebuah transportasi massal yang layak untuk warga ibu kota. apalagi kemacetan di kota seluas 664,01 kilometer persegi ini kian parah. mantan panglima kodan jakarta raya itu pun memerintahkan stafnya mengkaji dan mencari solusi, khususnya terkait kemacetan ibu kota. andi baso mappapoleon yang saat itu menjabat kepala bidang perencanaan kota menjadi salah satu anggota tim pengkajian tersebut. menurut andi jakarta butuh alat transportasi massal yang layak dan bisa mengangkut banyak penumpang setiap jamnya. “jakarta butuh public transport apa saja yang mau dibangun. masyarakat itu menunggu busway, kereta api, mrt, monorel. kalau ini bisa terintegrasi dengan baik, saling komplementer, ya akan baik buat masyarakat jakarta,” kata andi kepada detikcom, senin (23/2) lalu. pria yang saat ini menjabat sebagai kepala badan perencaan pembangunan daerah itu membandingkan mrt dan monorel, dua alat transportasi publik yang kini sama-sama sedang dibangun. menurut dia mrt lebih ideal karena daya angkutnya lebih besar dan terbukti sukses digunakan di banyak negara. “di negara lain banyak digunakan karena daya angkutnya banyak, bisa sampai 30 ribu-40 ribu per jam. kalau monorel harus seperti mrt biar layak, cuma bisa atau enggak saya tidak tahu,” kata dia.
dari sisi kajian kelayakan, mrt pun lebih ideal. andi mengaku sudah melihat hasil studi kelayakan proyek mrt. sementara untuk monorel, “saya belum lihat studi kelayakannya,” papar andi. bappeda saat ini tengah meminta studi kelayakan yang dikerjakan oleh pt jakarta monorail untuk proyek monorel. dalam studi kelayakan tersebut harus ada financial plan yang di dalamnya terdapat hitungan modul tarif dan standar pelayanan minimum. next
halaman
1 2
next
pemprov dki akan membuat pasar blok g tanah abang ramai pengunjung dengan penambahan fasilitas atm, eskalator dan food court. saksikan liputan lengkapnya dalam program "reportase malam" pukul 02.31. wib hanya di trans tv (erd/erd)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment