Home » » Pemakaian Nama KRI Usman Harun Dikritik, JK: Singapura Kelewatan!

Pemakaian Nama KRI Usman Harun Dikritik, JK: Singapura Kelewatan!

Written By laso on Sunday, 9 February 2014 | 06:28




Pemakaian Nama KRI Usman Harun Dikritik, JK: Singapura Kelewatan!
Pemakaian Nama KRI Usman Harun Dikritik, JK: Singapura Kelewatan!





rencana penamaan kapal republik indonesia (kri) usman harun membuat singapura prihatin. mantan wakil presiden ri jusuf kalla justru mempertanyakan balik sikap singapura dan menganggap negara itu bertindak di luar batas."masa kita soal nama saja diperintah-perintah (oleh singapura), kan kelewatan," kata jk di pondok pesantren al hikam, depok, jawa barat, sabtu (8/2/2014), malam.menurut jk, indonesia harus bersikukuh mempertahankan rencana penamaan kri itu dengan nama usman harun tanpa bisa diintervensi negara manapun, termasuk singapura. usman dan harun memang telah membom wilayah singapura, namun dari perspektif indonesia usman dan harun merupakan pahlawan.maka, jk menegaskan, indonesia berhak mengabadikan nama usman dan harun. "itu hak indonesia. kadang-kadang suatu kasus, orang menganggap bukan pahlawan, tapi kita menganggap mereka pahlawan. itu biasa saja. karena dia meninggal di penugasan," kata jk.polemik mengenai kri usman harun masih terus hangat dibahas oleh publik singapura maupun indonesia. muncul opini publik singapura bahwa kapal milik angkatan laut indonesia tersebut seharusnya dilarang untuk masuk ke perairan singapura yang merupakan negara tetangga.pekan ini, pemerintah singapura menyatakan keprihatinannya atas rencana penamaan sebuah kapal militer baru milik al indonesia dengan nama usman harun. nama tersebut diambil dari dua nama tentara al, sersan usman dan kopral harun yang dieksekusi mati di singapura atas kasus pengeboman pada masa pemerintahan presiden soekarno tahun 1965 silam.seorang wanita di blitar tega meninggalkan suami dan tiga anaknya akibat termakan bujuk rayu pria yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial. saksikan selengkapnya di "reportase pagi" pukul 04.30 - 05.30 wib hanya di trans tv (dnu/mok)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger