| Cerita Orang Jepang Saat Bicara Islam dengan Ulil, Gus Dur, Hingga Ba asyir |
tidak semua tokoh islam di indonesia memiliki garis pemikiran yang sama. ada tokoh yang berpaham liberal, moderat bahkan fundamental. bagaimana bila orang jepang yang nonmuslim bertemu tokoh-tokoh tersebut dan berdiskusi soal islam?profesor hisanori kato, seorang pakar sosiolog 'nyentrik' asal jepang yang pernah tinggal di indonesia selama kurang lebih 7 tahun melakukan riset soal keislaman di indonesia. dia mendatangi tokoh-tokoh islam dengan latar belakang pemikiran yang berbeda-beda tersebut.tokoh-tokoh tersebut di antaranya: bismar siregar, peneliti lembaga ilmu pengetahuan indonesia (lipi) mohamad sobary, tokoh front pembela islam (fpi) eka jaya, tokoh hizbut tahrir ismail yusanto, tokoh perempuan lily munir, fadli zon, tokoh jaringan islam liberal (jil) ulil abshar abdilla, mantan presiden abdurrahman wahid dan pendiri jamaah anshaarut tauhid (jat) abu bakar ba'asyir.pengalaman bertemu tokoh-tokoh di atas dirangkum menjadi satu dalam buku 'islam di mata orang jepang: ulil, gus dur sampai ba'asyir'. buku setebal 176 halaman tersebut diluncurkan dua pekan lalu di depok, jabar."saya banyak belajar soal islam dari mereka. tak hanya itu, saya juga belajar tentang manusia," ujar kato saat berbincang dengan detikcom, beberapa pekan lalu.cerita kato diawali dengan kisah pertemuannya dengan bismar siregar pada tahun 1998. kala itu, hampir semua orang membenci soeharto, kecuali bismar. dengan lantang, mantan hakim agung itu mengaku 'menyayangi soeharto'. bismar mengajarkan kato sebuah prinsip dasar dalam islam yakni memaafkan."kita harus memaafkan siapa pun. memaafkan itu sangat penting. yang diperlukan di indonesia sekarang adalah rekonsiliasi. untuk itu sikap saling memaafkan adalah penting," pesan bismar kepada kato soal memaafkan orang yang kita benci.next
halaman
1 2 3
next
rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? simak di reportase investigasi, pukul 16.30 wib hanya di trans tv (mad/rmd)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment