| Pembantu Korban Penyekapan Istri Jenderal Mengadu ke Mabes Polri |
sebanyak enam dari 16 pembantu rumah tangga korban penyekapan istri purnawirawan jenderal di bogor dengan didampingi kuasa hukum, mendatangi badan reserse kriminal mabes polri, rabu (19/03/2014).sugeng teguh santoso, pengacara korban dari lbh keadilan bogor raya mengatakan, untuk kepentingan 16 korban yang disekap nyonya mutiara, pihaknya melaporkan kembali dugaan tindak pidana human trafficking, pelecehan seksual, perlindungan anak, dan kekerasan yang dialami korban lain."laporan nomor 160/iii/2014/bareskrim. yang kami laporkan ada empat orang, nyonya mutiara, tuan situmorang, ibu ani, dan ibu butet," ungkap sugeng kepada wartawan di depan kantor bareskrim mabes polri.sugeng menjelaskan alasan pihaknya melaporkan ke mabes. "kami ingin mengungkap lebih dalam lagi motif penyekapan ini untuk apa, di polresta (bogor) kemarin memang telah disidik nyonya mutiara, tapi motif keberadaan mereka di sana itu belum terungkap," ujarnya. oleh karena itu, dia menegaskan, pihaknya melaporkan atas nama 16 orang korban ke mabes polri. menurut sugeng, ibu ani dan ibu butet merupakan calo yang merekrut dan membawa para korban ke rumah nyonya mutiara. jadi, keduanya dilaporkan atas dugaan tindak jaringan perdagangan manusia."mereka yang mengantar dan membawa. kita belum tahu agen resmi atau tidak, tugas penyidik membongkar ini," tegas sugeng.dia mengingatkan jika ibu ani dan ibu butet tidak ditangkap maka jaringan perdagangan manusia ini tidak akan terkuak."kalau di bogor kan cuma satu pelakunya, karena, kalau ibu ani dan ibu butet tidak ditangkap juga, ini jaringan trafficking-nya gak kebongkar kan," ujarnya.ratusan mahasiswa di universitas samratulangi manado saling serang. belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. saksikan liputan lengkapnya dalam program "reportase malam" pukul 02.51 wib hanya di trans tv (idh/brn)
sumber: www[dot]detik[dot]com
Post a Comment