| Balita Tewas Tercebur Sumur |
, BLITAR - Ini pelajaran bagi orangtua yang memiliki anak balita, agar jangan dibiarkan anaknya bermain sendirian. Seperti yang dialami Alfin Oktaviana, balita berusia 2,5 tahun ini. Anak ketiga dari pasangan Supriadi (50) dan Rokanah (49), warga Lingkungan Gogolatar, Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun, Kab Blitar, ditemukan tewas terjebur sumur, yang ada di belakang rumahnya, Minggu (24/8/2014) siang.Saat ditemukan, kondisi korban sudah mengambang di dalam sumur, yang kedalamannya sekitar 15 meter. Mengetahui anaknya mengalami kecelakaan seperti itu, orangtuanya langsung syok. "Nggak menyangka, kalau dia bernasib seperti itu," ujar Rokanah, ibu korban ditemui di rumah duka.Ia menuturkan, siang itu dirinya baru pulang dari berjualan daging sapi di Pasar Talun, yang merupakan pekerjaannya setiap hari. Sementara, korban berada di rumah bersama bapaknya. Sebab, kakaknya, Mila (16), sedang bermain ke rumah temannya. Sesampai di rumah pukul 12.00 WIB, Rohanah menanyakan keberadaan anaknya kepada suaminya. "Alfin, ke mana pak?," ujarnya.Bersamaan itu, Mila juga datang dan langsung menanyakan keberadaan adiknya. Mendapat pertanyaan itu, pengusaha penyembelihan sapi ini kaget dan bingung. Sebab, seharian itu dia di rumah bersamanya. Karena tak ditemukan dalam rumah, mereka bertiga mencarinya, mulai di sekitar rumah sampai ke rumah tetangganya. Namun, si korban juga belum ditemukan. "Dalam kondisi panik, kami menanyakannya ke orang pintar, yang ada di dekat rumah. Kami pulang diberi garam dan suruh menyebarkan di sekitar rumah dan sekitar sumur," paparnya.Sekitar 30 menit kemudian atau pukul 13.00 WIB, Supriadi tiba-tiba membuka tutup sumur. Itu terbuat dari kain plastik bekas taplak meja yang dipalang dengan kayu. Begitu melihat ke dalam sumurnya, ia kaget karena melihat seperti ada benda mengapung dengan warna merah. "Setelah diamati oleh suami saya, ternyata itu anak saya. Seketika itu, kami langsung menjerit," ungkapnya.Diperkirakan, korban saat itu bermain sendirian ketika ditinggal bapaknya memberi makan sapi yang ada di kandang dekat rumahnya. Karena tak ada yang mengawasi, akhirnya korban bermain di bibir sumur. Lebih-lebih bibir sumurnya hanya setinggi 0,5 meter dari permukaan tanah. "Dugaan kami, korban memanjat bibir sumur yang hanya setinggi 0,5 meter dari permukaan tanah. Karena tutupnya hanya plastis bekas taplak meja, sehingga korban langsung terjatuh," kata AKP Wisnu Wardana, Kabag Humas Polres Blitar.Karena dianggap kecelakaan murni, pihak keluarga tak mau anaknya diotopsi. Siang itu, korban langsung dimakamkan. "Saat ini keluarganya masih berduka. Nanti, mereka akan kami mintai keterangan terkait musibah tersebut," ungkapnya.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment