| Demo Warnai Pelantikan DPRD Mojokerto |
, MOJOKERTO - Aksi demonstrasi mengiringi pelantikan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2014 - 2019. Unjuk rasa ini harus tertahan di perempatan jalan, sekitar 500 meter sebelum alun-alun Mojokerto karena barikade aparat kepolisian. Meski demikian, massa sekitar 20 orang ini pun tetap berorasi.
Massa yang membawa atribut PMII ini meneriakkan tuntutan mereka agar memperhatikan suara rakyat. "Tunjukkan dengan bukti. Kami tak ingin janji-janji. Jangan hanya mengeruk keuntungan pribadi," teriak Aini, salah satu aktivis PMII.
Perempuan ini terus berteriak mendesak anggota dewan baru nanti tak ngecap dan membual. Janji-janji mereka harus dipenuhi. Aksi ini tertahan di perempatan Jalan Taman Siswa. Meski hanya diikuti puluhan massa, namun polisi harus menjaga ketat aksi ini. Bahkan Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto turun langsung. "Ada sejarah kelam mengenai keamanan saat Pilkada. Pendopo sampai dibakar," kata Muji.
Para mahasiswa itu terus beraksi di perempatan. Selama ini, anggota dewan hanya mengutamakan kepentingan partai politik pengusungnya. Belum ada hasil kerja yang nyata baik dalam aspek pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
Siang tadi, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2014-2019 dilantik. Sebanyak 50 orang anggota dewan baru dilantik. Jumlah ini lebih banyak dari periode sebelumnya yang 45 orang. Dari 50 orang anggota dewan terpilih, 27 di antaranya merupakan wajah baru. Sisanya adalah dewan lama. Termasuk ketua dewan terpilih adalah anggota dewan lama, Sipon Diharjo, dari PDIP.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment