Home » » Guru SD di Magetan Dipotong Gajinya

Guru SD di Magetan Dipotong Gajinya

Written By laso on Monday, 4 August 2014 | 20:13




Guru SD di Magetan Dipotong Gajinya
Guru SD di Magetan Dipotong Gajinya






, MAGETAN - Menjelang hari Raya Idul Fitri kemarin, guru yang mayoritas mengajar di Sekolah dasar di wilayah Maospati, gaji ke 13 dan rapelannya di potong dengan alasan partisipasi. Namun guru-guru itu tidak mendapat penjelasan partisipasi untuk apa.
"Pemotongan ini benar, kalau ada yang mengatakan tidak benar, berani disumpah dibawah al-quran ?,"kata salah seorang guru di Kecamatan Maospati sambil wanti- wanti namanya tidak disebut kepada , Senin (4/8/2014).
Sebenarnya, lanjutnya, kami mau menceritakan masalah "penyunatan" hak guru ini. Namun karena penerimaan gaji ke-13 dan rapelan dibagikan hari terakhir, karena besuknya sudah libur guru-guru tidak bisa membuka kasus pemotongan gaji dan rapelan yang menjadi hak guru dan PNS setempat, yang konon dilakukan Kepala Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Maospati itu.
"Kalau pemotongan untuk memberi honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk lebaran, tidak apa. Tapi kayaknya di UPTD Maospati tidak ada PTT,"jelasnya.
Pemotongan itu, tambahnya, tidak dilakukan langsung Kepala UPTD setempat, karena gaji guru masuk bank. Tapi guru-guru diminta membayar ke sekretarisnya, konon atas perintah Kepala UPTD setempat.
"Guru SD ini setiap gajian banyak potongan yang tidak jelas peruntukannya. Misalnya untuk Korpri, PGRI belum kalau HBN, masih ditambah potongan lagi dana partisipasi,"katanya.
Ia berharap, kalau memang itu tidak benar Kepala UPTD harus mencari sumber yang melakukan pemotongan terhadap gaji guru itu.
"Memang itu bukan dilakukan langsung oleh Kepala UPTD. Tapi lewat staf setempat. Kalau tidak benar, silakan Kepala UPTD mencari siapa dalang yang melakukan pemotongan itu,"katanya seraya menjelaskan pemotongan gaji sebesar Rp 25 ribu, dan rapelan Rp 10 ribu per guru dan PNS.
"Memang tidak besar, tapi kalau kali 410 guru dan PNS, lumayan juga,"katanya.
Senada dengan guru itu, salah seorang pimpinan SD juga membenarkan, meski tidak sevulgar guru-guru.
"Tidak dipotong, tapi kami dimintai partisipasi. Nilai persis yang disebut sumber itu. Soalnya, gaji kami langsung di rekening,"kata dia.
Kepala UPTD Maospati Suparti yang dikonfirmasi adanya pemotongan itu membantah, dan minta ditunjukan guru yang mengaku gajinya dipotong itu.
"Gaji itu langsung ke rekening masing-masing guru di Bank Jatim, gimana caranya memotong,"kata Suparti dengan nada tinggi kepada , Senin (4/8/2014).
Suparti, informasinya istri Suratman, Ketua Komisi B (pertanian) DPRD Kabupaten Magetan ini terlihat marah saat dikonfirmasi, dan ngotot minta ditunjukan guru yang mengatakan gaji dan rapelanya di potong itu.
"Itu tidak benar, saya tidak memotong. Tunjukan guru itu,"ujar Suparti setengah berteriak.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Magetan Bambang Trianto, belum mendengar adanya pemotongan gaji guru di UPTD Maospati.
"Mungkin, ini mungkin, itu ditarik untuk partisipasi kepada Pegawai Tidak Tetap (PTT). Mosok melihat guru-guru terima jutaan rupiah, PTT tidak dapat apa-apa, ini mau lebaran,"kata Kadindik Bambang singkat kepada , Senin (4/8/2014).
    



Terkait#Guru SD, Magetan


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger