, MADIUN - Memasuki H+5 paska Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun masih tergolong tinggi, mencapai Rp 110.000 sampai Rp 120.000 per kilogram.
Sepekan menjelang Lebaran harga daging sapi kualitas 1 (KW 1) di Pasar Besar Kota Madiun masih berada pada angka Rp 90.000 sampai Rp 95.000 per kilogram, sementara harga daging ayam turun dari Rp 35.000 per kilogram, menjadi Rp 30.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Besar Kota Madiun, Ny Ginem mengatakan, tingginya harga daging sapi di pasar tradisional karena masih banyak konsumen yang membutuhkan daging sapi untuk Lebaran Ketupat.
"Memang harga daging sapi masih tinggi, kan masih menjelang Lebaran Ketupat. Jadi banyak yang membutuhkan daging sapi," terangnya kepada , Sabtu (2/8/2014).
Sedang pedagang daging ayam, Ny Srikana mengungkapkan, meski sekarang memasuki masa Lebaran Ketupat, akan tetapi minat konsumen membeli daging ayam cenderung menurun. Salah satunya karena banyak pemudik yang meninggalkan Kota Madiun.
"Kalau daging ayam harganya sudah turun kan pembeli sudah sepi. Mungkin karena sudah banyak yang balik ke tempat kerjanya. Sudah tidak ada yang belanja daging ayam. Istilahnya mungkin sudah bosan. Apalagi, momen Lebaran Ketupat sekarang berbeda dengan tahun lalu," tegasnya.
Oleh karenanya, Ny Srikana maupun Ny Ginem tidak berani memperbanyak stok daging ayam maupun daging sapi yang hendak dijual di pasar tradisional terbesar di Kota Madiun itu. Mereka berdua, hanya membawa daging sekitar 30 sampai 40 kilogram per hari.
"Sejak 3 hari paska Lebaran, setiap hari kami hanya mampu menjual 30 sampai 40 kilogram daging ayam. Tak usah banyak-banyak yang penting habis terjual saja," pungkasnya.
Terkait#Harga, Daging Sapi, Masih, Tetap, Tinggi
Penulis: Sudarmawan
Editor: Wahjoe Harjanto
Tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment