Pages

Tuesday, 22 January 2013

Jika Ibukota Dipindah, Ketua Komisi II: Bagaimana dengan Orangnya?




Jika Ibukota Dipindah, Ketua Komisi II: Bagaimana dengan Orangnya?
Jika Ibukota Dipindah, Ketua Komisi II: Bagaimana dengan Orangnya?





Detik wacana pemindahan ibukota mencuat menyusul lumpuhnya jakarta saat diterjang banjir beberapa hari lalu. menurut ketua komisi ii dpr agun gunanjar, jika ibukota dipindahkan ke provinsi lain, maka bagaimana dengan orang-orang yang menjabat di pemerintahannya."kalau kita memindahkan ibukota negara ke provinsi lain, bagaimana memindahkan aparaturnya. bagaimana dengan pendidikan anak-anaknya, bagaimana dengan perumahannya. lalu sudah sejauh mana infrastrukturnya. jadi tidak semudah itu memindahkan ibukota negara," kata agun gunanjar di gedung dpr, senayan, jakarta, selasa (22/1/2013).menurutnya, wacana pemindahan ibukota pernah juga menjadi isu yang dibahas di komisi ii, tetapi perlu pengkajian lebih jauh untuk mempertimbangkan kembali jakarta sebagai ibukota negara atau memindahkan ibukota."memindahkan ibukota mungkin alternatif dari kajian yang dilakukan. dari komisi ii sesungguhnya jakarta sebagai ibukota negara lebih fungsional menjalankan tupoksinya apabila ada ketegasan atas kota itu. dan harus dibedakan antara ibukota sebagai pusat pemerintahan dan pusat ekonomi," ucapnya.ia menuturkan, maka atas pembedaan itu alternatifnya tidak selalu memindahkan ibukota sebagai pusat pemerintahan, bisa saja wacananya dibalik dengan cukup memindahkan fungsi bisnis dari ibukota."yang lebih gampang mengeluarkan fungsi bisnis dan fungsi perdagangan. jadi kalau mau mempertahankan jakarta sebagai ibukota negara semua bisnis, perdagangan dipindahkan. komoditas apapun semua geser," ucap agun."kedua kalau ingin jakarta tidak crowded ya apbn-nya ubah. supaya bupati dan gubernur tidak datang ke jakarta. begitu juga dengan politik apbn-nya, semua dilaksanakan ke jakarta yang harusnya dibagi ke 33 provinsi," lanjut politisi golkar itu.oleh karenanya, menurut agun perlu kajian mendalam yang tidak saja didasarkan pada sekadar memindahkan kota untuk kondisi yang lebih kondusif, namun perlu memikirkan infrastruktur, fasilitas penunjang dan sumber daya di lokasi yang dituju."jadi tidak semata-mata memindahkan ibukota dan bukan sekadar membangun. memindahkan manusianya problem," ucapnya. (bal/rmd)
sumber: www.detik.com

No comments:

Post a Comment