![]() |
| Tokoh Alternatif Jangan Malu-malu untuk Nyapres |
para tokoh alternatif diharapkan tidak malu-malu lagi menegaskan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada pemilu 2014. kejelasan itu diperlukan untuk memulai sosialisasi agar lebih dikenal publik, sekaligus mendorong partai-partai politik untuk mempertimbangkannya sebagai kandidat presiden.harapan itu disampaikan peneliti politik lembaga ilmu pengetahuan indonesia indria samego, guru besar sekolah tinggi filsafat driyarkara mudji sutrisno, dan peneliti senior centre for strategic and international studies j kristiadi, secara terpisah, di jakarta, selasa (29/1).sejumlah nama yang disebut sebagai calon pemimpin alternatif di luar parpol itu adalah ketua mahkamah konstitusi mahfud md, mantan wakil presiden jusuf kalla, menteri bumn dahlan iskan, rektor universitas paramadina anies baswedan, dan mantan menteri keuangan sri mulyani indrawati.menurut indria, pemilu presiden tahun 2014 tinggal 1 tahun 6 bulan lagi dan dilakukan secara langsung oleh rakyat, dengan wilayah indonesia yang sangat luas dan jumlah penduduknya sangat besar. sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mendeklarasikan kesiapan maju sebagai capres.pernyataan kesediaan sebagai capres akan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk lebih mengenal calon pemimpinnya. rakyat bisa berpikir lebih rasional. ini akan memperkuat partisipasi publik dan mematangkan demokrasi.mudji sutrisno memperkirakan, para tokoh alternatif masih belum terbuka menyatakan kesiapan karena sebagian masih memiliki tanggung jawab memimpin jabatan publik. sebagian lagi mencari parpol yang siap mengusungnya, selain ada pertimbangan tidak terlalu ingin menunjukkan ambisi.kelompok masyarakat bisa membuat daftar tokoh alternatif berkualitas dan menawarkannya kepada parpol untuk diusung sebagai capres. ”perubahan indonesia hanya bisa digerakkan dengan maksimal jika kita punya pemimpin berkualitas,” ujarnya.soal perlunya inisiatif dari masyarakat itu disampaikan juga oleh kristiadi. masyarakat itu terdiri dari media, lembaga survei, dan kekuatan masyarakat lainnya. ”bagaimana cara memunculkan capres, beberapa lembaga survei bisa berkolaborasi membuat survei tokoh-tokoh alternatif yang layak menjadi capres,” katanya. (iam/lok)ikuti berita terkait dinamika politik dalam topik:geliat politik jelang 2014
sumber: www.kompas.com

Post a Comment