Home » , » Dampak Pembatasan Solar, Pengusaha Otobus Rugi Puluhan Juta Sehari

Dampak Pembatasan Solar, Pengusaha Otobus Rugi Puluhan Juta Sehari

Written By laso on Wednesday, 6 August 2014 | 23:15









, MADIUN-Dampak kebijakan pembatasan waktu pembelian solar bersubsidi yang dilaksanakan pemerintah pusat, menyebabkan sejumlah pengusaha otobus dan Publik Organda (PO) bus di wilayah Kabupaten Madiun merasa dirugikan atas kebijakan itu. Para pengusaha bus rata-rata mengaku setiap hari merugi puluhan juta atas kebijakan itu.Kondisi ini, terutama dirasakan para pengusaha bus pariwisata. Hal ini, lantaran kebanyakan mereka membatalkan perjalanan wisata jarak jauh lantaran kesulitan mendapatkan solar bersubsidi itu. Kondisi ini, salah satunya dirasakan Pengusaha Bus Rally Wisata, Agus Zamroni warga asal Desa/Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Sejumlah bus pariwisata milik pengusaha bus pariwisata asal Dolopo ini terpaksa tak beroperasi, sejak adanya pengumuman pembatasan pembelian solar bersubsidi itu. Para pekerja sebagian besar memanfaatkan momen itu, untuk memelihara mesin diesel bus sejak kesulitan mendapatkan solar itu. Tidak hanya memelihara mesin, sebagian besar juga membersihkan bagian ruang dalam bus agar lebih nyaman saat digunakan beroperasi."Kami terpaksa membatalkan jadwal perjalanan jarak jauh, karena kami kesulitan mendapatkan solar. Khusus perjalanan menuju Bali saja, sudah 5 permintaan yang sudah kami batalkan. Dalam kasus ini, kami sudah jelas merugi sekitar Rp 30 juta lebih," terangnya kepada , Rabu (6/8/2014).Kebijakan itu, bukan hanya berdampak bagi pengusaha bus pariwisata. Akan tetapi, juga berdampak pada bus angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP). Ini menyusul, para awak bus terpaksa harus ikut antre solar bersama penumpangnya di SPBU agar mendapatkan solar bersubsidi itu.Kondisi ini, seperti dialami sopir Bus Cendana jurusan Madiun - Ponorogo, Sukardianto (45). Sopir bus AKDP ini mengaku omzetnya menurun sekitar 50 persen per hari sejak adanya kebijakan pembatasan waktu pelayanan pembelian solar itu."Jelas pendapatan saya menurun 50 persen setiap hari. Karena kami harus antre berjam-jam untuk mendapatkan solar di SPBU. Kalau terus-terusa begini jelas sopir bus akan gulung tikar bersama keneknya," pungkasnya.Kini, para pengusaha bus berharap Pemerintah Pusat kembali merevisi kebijakan pembatasan penjualan solar bersubsidi itu. Mereka berharap kebijakannya lebih jelas dan kongkrit."Misalnya kebijakannya membatasi penualan soal bagi kendaraan pribadi. Itu akan lebih jelas dan tak mematikan usaha kami," pungkas pengusaha Bus Rally Wisata, Agus Zamroni.    





Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger