![]() |
| Son Haji Sedang Mengambil Air Wudhu Sebelum Ombak Membalikan Kapal |
, PASURUAN- Nelayan yang tewas, Son Haji (50) ternyata sedang mengambil air wudhu saat ombak setinggi lebih dari tiga meter menghempas kapal yang dinaikinya bersama lima orang temannya. Besarnya ombak membuat kapal itu terbalik dan akhinya tenggelam.Korban selamat, Salim mengatakan, pagi itu sekitar pukul 02.00 WIB pagi dini hari ia dan lima orang lainnya berangkat dari Lekok, menuju perairan Sidoarjo untuk mencari ikan. Saat itu, angin dan ombak masih normal. Menjelang Subuh, masing-masing melakukan salat subuh, begitu juga dirinya.Tiba-tiba, ketika baru melaksanakan rakaat pertama, datang ombak yang besar yang langsung membalikan perahu yang dinaikinya. "Ombaknya sangat besar, sekitar empat meter," kata Salim saat ditemui di rumahnya .Saat itu, kata Salim, sebelum kapal terbalik dirinya sempat melihat temannya, almarhum Son Haji (50) sedang mengambil air wudhu. Masih, kata Salim, korban malah sempat berusaha menyelematkan dirinya."Dia sempat menyelamatkan saya, namun setelah itu malah tenggelam,"kata Salim.Sementara itu, ia dan empat kawannya berhasil berenang dan diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, tubuh Son Haji sempat tenggelam di laut, namun sempat muncul ke permukaan dan akhirnya ditali dan diikatkan di kapal.Hal senada dikatakan, Kepala Desa Pasinan Ali Wafa yang mendengarkan cerita dari para korban yang selamat. Dari cerita para nelayan yang selamat kepadanya, ombak besar datang secara tiba-tiba dan membalikan perahu yang mereka naiki."Korban sempat menyelamatkan temannya, namun dia akhirnya tengelam dan meninggal dunia,"kata Ali.Korban yang diikat di kapal, akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas Polairud yang tiba di lokasi bersama sejumlah nelayan. Korban akhirnya dibawa kembali ke rumahnya di Desa Pasinan, Kecamatan Lekok untuk dimakamkan.Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang nelayan asal Desa Pasinan, Kecamatan Lekok yang berangkat melaut pada Rabu (6/8/2014) sekitar pukul 02.00 dini hari (Bukan Selasa 5/8/2014 pukul 14.00 yang ditulis sebelumnya) dengan menggunakan satu perahu bernama Makmur. Enam orang nelayan tersebut yakni, Son Haji (50) Sohib (55), Huda (23), Ahmad, Salim (60), Son Haji (47), yang semuanya merupakan warga warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.Sekitar pukul 05.00 WIB, tiba-tiba ombak besar datang membalikan kapal mereka. Mereka pun saling menyelamatkan diri. Namun, satu di antara nelayan, bernama Son Haji (50) akhirnya tewas.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Post a Comment