| Biaya Pendaftaran SMP Negeri Terlalu Mahal, Orangtua Mengeluh |
lantaran biaya pendaftaran yang terlampau mahal di sejumlah smp negeri favorit di kota kefamenanu, kabupaten timor tengah utara (ttu), nusa tenggara timur, membuat banyak siswa dari keluarga tidak mampu terpaksa batal mendaftar.
salah satu contohnya adalah smp negeri i kefamenanu.
sekolah favorit negeri yang lokasinya berbatasan dengan distrik oekusi, timor leste ini, memungut biaya pendaftaran untuk siswa baru sebesar rp 1.
050.
000.
philipus heba, salah satu orangtua siswa kepada kompas.
com, sabtu (6/7/2013) mengatakan, terpaksa membatalkan pendaftaran di smpn 1 kefamenanu, karena biaya yang terlalu maha.
selain biaya yang mahal, lanjut philipus, terdapat sejumlah syarat lain yang sangat memberatkan orangtua calon siswa.
“kami ini orang susah dan tidak punya uang, sehingga kami mencari sekolah negeri supaya bisa ada keringanan dalam pembayaran uang sekolah.
namun setelah kami datang cek, ternyata biaya pendaftaran mencapai jutaan rupiah.
sehingga kami batalkan dan mendaftar di smp negeri 2 kefamenanu yang harga pendaftarannya hanya rp 22.
000 saja," papar philipus heba.
selain biaya pendaftaran yang mahal, smpn 1 juga mengharuskan para siswa baru untuk membawa meja dan kursi yang sama persis dengan milik sekolah.
hal lain yang semakin memberatkan sejumlah orangtua adalah smpn 1 kefamenanu hanya membuka pendaftaran selama dua hari.
terkait masalah ini, kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga (ppo) kabupaten ttu, vinsensius saba mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari menteri pendidikan dan kebudayan nasional, sekolah dilarang memungut biaya pendaftaran siswa baru untuk sd dan smp.
sementara untuk sma/smk biaya pendaftaran masih dimungkinkan sepanjang uang tersebut bisa membiayai kebutuhan yang tidak dibiayai dana biaya operasional sekolah (bos).
“untuk smp negeri i kefamenanu yang menetapkan biaya pendaftaran sampai jutaan rupiah itu, saya sudah telepon kepala sekolahnya dan memerintahkan agar pendaftarannya digratiskan saja.
apabila ada keluhan yang disampaikan kepada kami maka kami akan beri sanksi,” kata vinsensius.
“untuk siswa yang sudah terlanjur memberikan uang, kursi dan meja, saya sudah perintahkan untuk dikembalikan.
saya juga sudah tanyakan kepada kepala sekolah, alasan membuat kebijakan seperti itu.
menurut kepala sekolah penerapan biaya pendaftaran karena kebutuhan," tambah vinsensius.
"saya katakan terkait kebutuhan meja kursi dalam jumlah yang banyak itu adalah porsinya dinas ppo, sementara kalau hanya satu dua saja maka harus dibeli pakai dana bos,” pungkas vinsensius.
editor : ervan hardoko
berita terkait
daftar sekolah jangan coba-coba.
.
.
disdik bogor: daftar sekolah gratis!
dana sekolah terancam turun
ditolak daftar ke smp, ratusan siswa demo
daftar sekolah di magelang dapat bonus nilai
topik pilihan:
krisis politik mesir
gempa aceh
bbm di android dan iphone
gebrakan jokowi-basuki
skandal suap impor daging sapi
wimbledon 2013
baca juga
pbb akan periksa catatan ham indonesia
caleg "dikuliti", itu risiko pejabat publik!
jelang ramadhan, makam uje "memerah"
goma, kota paling berbahaya di muka bumi
meskipun ramadhan, kpk janji tetap "speed up"
googletag.
display('div-gpt-ad-545517159652763196-2');
terpopuler + indeks
1
andi nurpati: ada oknum demokrat dekati jokowi
2
golkar juga menunggu "anggukan" jokowi
3
merasa difitnah, sudi tuntut fahri hamzah minta maaf
4
mengapa megawati pilih sidarto gantikan taufiq kiemas?
5
jokowi atau bukan, tunggu kearifan bu mega.
.
.
terbaru + indeks
biaya pendaftaran smp negeri terlalu mahal, orangtua mengeluh
dihar, pencak silat ala simalungun yang hampir punah
pemungutan suara ulang di tobelo, minim pemilih
pergi sejak pagi, sopir truk ditemukan gantung diri
jatuh dipepet, motor dibawa kabur
news
ekonomi
bola
tekno
entertainment
otomotif
health
female
travel
properti
foto
video
forum
kompasiana
about
advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber
©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia).
all rights reserved.
!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");
window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();
//
$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter").
click(function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
//$(".
twitter-share-button").
load(function () {
// $(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
// $.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
// });
//});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});
jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "2",
articleid : "1053302",
nameutm : "regional",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/07/07/0136561.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://regional.
kompas.
com/read/2013/07/07/0136561/biaya.
pendaftaran.
smp.
negeri.
terlalu.
mahal.
orangtua.
mengeluh',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});
$(function() {
$('a#btnansweroriginal').
live('click', function(){
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/answer/',
type: 'post',
data: $('form#quiz_form').
serialize(),
success: function(result) {
$.
fancybox(result.
status);
}
});
return false;
});
$('#btnlogin').
live('click', function(){
var username = $('#username').
val();
var password = $('#password').
val();
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/login/',
type: 'post',
data: $('form#login_form').
serialize(),
success: function(result) {
if(result.
status == 1){
window.
location.
href = result.
output;
}else{
$.
fancybox(result.
output);
}
}
});
return false;
});
$("a#status_quiz").
fancybox({
"width" : '0',
"height" : '0',
"autoscale" : false,
"transitionin" : "none",
// "transitionout" : "none"
});
if(($("#tabbing_tabs").
length > 0)) {
var countries=new ddtabcontent("tabbing_tabs");
countries.
setpersist(true);
countries.
setselectedclasstarget("link");
countries.
init();
}
});
$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});
var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-6']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);
(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();
//
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment