Home » » 25 Santri Ponpes di Ponorogo Keracunan Nasi Bungkus Acara Halal Bihalal

25 Santri Ponpes di Ponorogo Keracunan Nasi Bungkus Acara Halal Bihalal

Written By laso on Tuesday, 26 August 2014 | 00:30




25 Santri Ponpes di Ponorogo Keracunan Nasi Bungkus Acara Halal Bihalal
25 Santri Ponpes di Ponorogo Keracunan Nasi Bungkus Acara Halal Bihalal






, PONOROGO-Sedikitnya 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muttaqin, Dusun Tosari, Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo terpaksa dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sugihan, Kecamatan Pulung, Senin (25/8). Diduga, puluhan santri yang juga siswa MTs Maarif Al Muttaqin ini keracunan massal makanan nasi bungkus sisa acara Halal Bihalal yang dilaksanakan di salah satu rumah warga Dusun Tosari, Desa Munggung yang berdekatan dengan lokasi pondok itu.Rata-rata mereka mengeluhkan mual, pusing, muntah dan diare usai mengkonsumsi sisa nasi bungkus acara halal bihalal itu. Usai mendapatkan pemeriksaan dokter Firman yang bertugas di Puskesmas Pulung, 20 santri diperbolehkan kembali ke Ponpes dan menjalani rawat jalan. Sedangkan sisanya, 5 orang masih harus menjalani perawatan tim medis puskesmas pembantu itu sampai kondisinya diperbolehkan pulang. Apalagi, kondisi kelima santri yang harus menjalani rawat inap itu, lebih parah dibandingkan puluhan santri lainnya. Yakni dehidrasi akibat keracunan itu cukup berat.Salah seorang ustadz Ponpes Al Muttaqin, Ny Badar Khoiriyah menceritakan jika kasus keracunan ini merupakan kejadian yang kedua paska kasus keracunan para santri yang terjadi pada Nopember 2013 lalu. Saat itu, keracunan massal menimpa 43 santri hingga sebagian dilarikan ke Puskesmas Pulung dan RSUD dr Hardjono Ponorogo lantaran keracunan msakan nasi gule sisa hajatan Aqiqoh warga di sekitar pondok itu."Kalau keracunan kali ini, karena para santri makan sisa nasi bungkus dari acara pengajian Halal Bihalal Muslimat Desa Munggung yang digelar Sabtu (23/8/2014) malam kemarin. Ke 25 santri dan siswa MTs ini mengalami keluhan yang sama, badan panas, mual, pusing, muntah dan diare terus-terusa alias Buang Air Besar (BAB)," terangnya kepada , Senin (25/8/2014) di Pustu Sugihan.Lebih jauh, Nya Badar Khoiriyah menguraikan jika makanan nasi bungkus yang disediakan panitia acara Halal Bihalal ada sebanyak 1.300 bungkus. Makanan itu, merupakan pesanan ke warga sekitar lokasi acara. Sedangkan udangan yang hadir dalam acara itu sekitar 1.200 orang. Usai acara ada sebanyak 50 nasi bungkus yang diberikan kepada para santri."Nah nasi itu baru dimakan Minggu (24/8/2014) karena malam harinya para santri sudah makan nasi bungkus itu karen ikut acara Halal Bihalal. Kalau nasi bungkusnya tidak seragam wong dipesen dari urunan warga kampung. Kebetulan yang dimakan anak-anak yang sakit ini lauknya sama. Yakni ayam dan telor yang dimasak bumbu bali (rendang) berwarna merah. Yang makan nasi bungkus itulah yang keracunan ini," imbuhnya.Sedangkan para santri yang harus menjalani rawat inap itu, kata Ny Badar Khoiriyah adalah Rosa, Imam Syafi'i, Yogi, Edi Prayitno dan Dandi. "Rosa kebetulan anak saya sendiri. Imam Syafi'i ini diinfus dokter karena masih diare dan muntah. Sedangkan yang tiga lainnya, Yogi, Edi dan Dandi tidak diinfus. Ke 25 santri saya ini, juga yang keracunan pada Nopember 2013 lalu," ungkapnya.Sementara salah seorang korban keracunan, Rosa (14) mengaku masih mengeluh pusing dan mual serta muntah. "Sampi saat ini masih pusing dan mual serta sering muntah dan BAB. Saya rasakan keracunan ini sejak Minggu pagi setelah saya bersama teman-teman menyantap nasi bungkus pemberian panitia pengajian dan Halal Bihalal itu," katanya.Hal senada dikeluhkan Dandi (14) yang juga masih pusing dan mual. "Kalau saya sudah berkurang BAB, hanya masih pusing dan mual," pungkasnya.





Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger