, SURABAYA - Pasalnya, fraksi-fraksi lain DPRD Surabaya semuanya sudah pindah ruangan menyesuaikan dengan jumlah perolehan masing-masing kursi kecuali Fraksi Partai Demokrat dan FPKB yang memang sudah sesuai dengan perolehan kursinya.Anggota DPRD dari PKS, Akhmad Suyanto mengatakan, atas persoalan tersebut pihaknya berharap semua anggota DPRD menahan diri. Dimana persoalan diawal masuk kerja DPRD periode 2014 - 2019 akan menjadi cerminan kondisi DPRD Surabaya dalam mengemban amanah rakyat."Malu deh rasanya kali pertama masuk ribut ruangan fraksi," kata Suyanto di DPRD Surabaya, Senin (25/8/2014).Memang, diakui Suyanto, sebelum ada pertemuan antar perwakilan parpol atau fraksi dengan pimpinan sementara DPRD Surabaya sempat terjadi pembicaraan soal pembagian ruangan fraksi. Terutama dari fraksi gabungan yang tidak menerima jika mendapat ruangan lebih sempit. Dan permintaan Fraksi Gabungan tersebut bisa dipahami dan dimaklumi karena anggotanya enam orang DPRD. Atas persoalan itupun sikap PKS mengalah dengan cukup menempati bekas ruangan fraksi PDS."Ya kita tahu dirilah, dengan lima kursi seharusnya kita bisa mendapat ruang lebih luas. Tapi sudah diberi ruang bekas FPDS ya kita terima dan langsung pindah tadi setelah selesai rapat fraksi," ucap Suyanto.Hal sama disampaikan Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, BF Sutadi. Menurutnya, Fraksi Partai Gerindra bisa menerima jatah ruangan yang disediakan. Ruangan tersebut bekas ruangan FPDIP tapi dinilai sudah cukup. Meskipun isi dari ruangan tersebut sudah kosong. Terutama kursi dan meja yang masih harus diiusulkan untuk dilengkapi oleh Sekwan DPRD."Yang jelas, kita tidak mempersoalkan ruangan fraksi. Tapi harus dilengkapi fasilitas kursi dan mejanya untuk rapat fraksi," tutur Sutadi.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment