Home » , » Korban Sumut Maut Hendak Berangkat Kerja ke Bali

Korban Sumut Maut Hendak Berangkat Kerja ke Bali

Written By laso on Tuesday, 26 August 2014 | 01:30









, JEMBER - Nadira (2) asyik bermain di halaman rumahnya. Bocah perempuan berambut keriting itu tidak terpengaruh tamu yang berdatangan ke rumahnya, maupun ke rumah kakek neneknya, Senin (25/8/2014).Ia memang masih belum begitu paham dengan kondisi di sekitarnya. Ia hanya tahu kalau ayahnya, Muhammad Ali (29) sakit sehabis main sepakbola."Ya dia memang tanya, dan tahunya kalau ayahnya sakit karena habis main sepakbola," ujar Nurul Alifah, istri almarhum Mat Ali, panggilan akrab Muhammad Ali.Mat Ali merupakan satu dari empat korban meninggal dunia akibat gas beracun di sumur milik Sugeng, tetangga rumahnya.Nurul tidak memiliki firasat apapun atas kematian suami tercintanya. Suaminya selama ini bekerja di proyek bangunan di Bali. Sejak Nadira berusia empat bulan, Mat Ali sudah merantau ke Bali. Sebulan sekali, laki-laki itu pulang menjenguk anak dan istrinya.Seminggu lalu, Senin (18/8/2014) Mat Ali pulang. Ia pulang karena mendapatkan kabar kalau anak pengasuk Ponpes Miftahul Ulum Kecamatan Kalisat, meninggal dunia. Mat Ali pulang untuk bertakziah dan ikut tahlilan di rumah sang kiai tempatnya mondok bersama sang istri dulu."Pulang ini sengaja untuk ikut tahlil meninggalnya Ra (Lora) Faton, putra Kiai Rosyidi (Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum). Tahlilan baru selesai, kemarin sore," ujar Nurul yang ditemui , Senin (25/8/2014).Minggu (24/8/2014) sore sekitar pukul 16.30, Mat Ali baru pulang dari acara tahlilan di rumah sang kiai. Setibanya di rumah, ia hanya makan kue dari nasi berkat yang didapatnya dari tahlilan. Setelah itu ia ikut bermain sepakbola bersama teman-teman di kampungnya.Sepakbola itu diadakan di lapangan dusun dekat rumah Sugeng. "Mas ingin ikut menolong. ternyata juga ikut jadi korban. Kok hanya karena sebuah baju saja yang jatuh ke sumur, kok nekat mau diambil. Kan bisa beli lagi bajunya itu," tutur Nurul sedih.Ia kini hanya bisa mengikhlaskan kepergian sang suami untuk selamanya. Ikan yang telah dimasaknya sebagai bekal Mat Ali ke Bali menjadi saksi keinginan terakhir sang suami.Mat Ali meminta sang istri memasak ikan laut goreng. Nasinya dibungkus memakai daun pisang yang masih hijau agar nantinya tetap enak ketika dinikmati di perantauan."Sudah siap semua bekal yang dia minta. Saya tidak punya firasat apapun kejadian ini menimpa suami saya," katanya.Tidak hanya Nadira yang menjadi yatim. Galang Pratama (10), anak semata wayang Sugeng dan Muhlisa juga menjadi yatim. Bahkan Galang kini dijaga oleh paman dan pakdenya karena sang ibu masih berada di Malaysia.Selama dua tahun terakhir, bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD itu tinggal berdua bersama sang ayah. Ayahnya membuat bata di samping rumahnya. Sementara ibunya menjadi TKI di Malaysia."Sekarang sendiri. Tetapi katanya, ibunya mau pulang. Sudah kami beritahu tentang kejadian ini," ujar Buardi, kakak Sugeng.Sedangkan Warison (27) meninggalkan sang istri Ike, yang saat ini sedang hamil tujuh bulan."Kalau Waris belum punya anak, istrinya baru hamil pertama. Hamil 7 bulan," ujar Sidik, tetangga Sugeng.





Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger