| Pelajar Terjaring Razia Satpol PP Dihukum Push Up dan Hafalkan Pancasila |
, LAMONGAN – Sebanyak 30 siswa SMP dan SMA terjaring razia Satpol PP di sejumlah tempat, termasuk diantaranya ada sedang berencana menggelar judi. Para siswa ini akhirnya dihukum push up dan juga menghafal Pancasila, Senin (25/08/2014).Anehnya separuh dari jumlah siswa yang diamankan itu tidak hafal urutan bunyi Pancasila sehingga menjadi bahan tertawaan diantara teman mereka sendiri. Siswa SMP Sunan Giri, SMK Muhmmadiyah 1, SMK Muhammadiyah 4, Madrasah Aliyah Wachid Hasyim Gemining, SMP Ma’arif Karangbinangun, SMK PGRI 1, SMK NU, SMPN Karangbinganun SMK 1 Kembangbahu, dan SMK Negeri 2 itu ditangkap saat sedang asyik cangkruk di warung, main PS.“Mereka ada yang kita tangkap saat berencana menggelar pemainan judi. Ada barang bukti kartu domino yang diamankan,”ungkap Kabid Operasi dan Pengamanan, Alfian Helmy kepada , Senin (25/08) di depan para siswa yang terjaring.Ke 30 siswa ini diamankan dan digiring ke Kantor Satpol PP. Mereka dihukum dengan cara berbaris, kemudian satu persatu membaca Pancasila. Ternyata separuh siswa tidak hafal bunyi urutan dalam Pancasila.Sementara sebagian diantaranya ada yang dihukum push up oleh anggota Satpol PP di depan para siswa lainnya yang ikut terjaring. Mereka mengaku sengaja bolos sekolah lantaran malas. Namun kembali pulang saat bersamaan jam sekolah telah pulang.“Ini terlalu parah, masak Pancasila saja banyak yang tidak hafal,”tegas Alfian Helmy.Mereka yang terjaring tidak langsung dipulangkan meski telah menjalani hukuman. Satpol koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menghadirkan perwakilan guru dari masing – masing sekolah dimana para siswa bersekolah.”Jadi harus ada guru yang menjemput ke Satpol PP, sekaligus untuk mengetahui sejauh mana kenakalan para siswa di sekolahnya selama ini,”ungkap Alfian Helmy.HP PornoSatpol PP juga mengembangkan merazia semua HP yang dibawa para siswa. Dan ternyata didapati dua buah ponshel berisi video porno dengan sejumlah adegan mesumnya. Karena Satpol PP tidak punya kewenangan memberikan sanksi pada siswa, maka semuanya akan diserahkan penanganannya kepada sekolah masing – masing.Menurut Alfian Helmy, razia yang dilakukannya ini atas masukan dari masyarakat yang melihat banyak anak berseragam sekolah nongkrong di warung dan main PS pada saat jam pelajaran. Laporan itu langsung direspon Satpol PP dan berlanjut dilakukan razia.Peran serta masyarakat semacama ini yang diperlukan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap siswa pada jam sekolah.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment