| Pengadaan Lahan Parkir Sarangan Pemborosan Anggaran |
, MAGETAN - Setiap kali dibanjiri wisatawan, warga dan pengusaha hotel Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan mengeluh tidak bisa keluar masuk rumah, karena pintu masuk rumah atau hotel dipakai parkir kendaraan wisatawan. Ironisnya, parkir yang menggunakan lahan warga itu dikelola Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Magetan."Keluarga saya kebingungan keluar masuk rumah, karena pintu masuk digunakan parkir kendaraan pengunjung (wisatawan),"kata Kobiyanto, warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang rumahnya hanya beberapa meter dari portal masuk kawasan telaga Pasir, sarangan kepada , Sabtu (2/8/2014).Menurut Kobiyanto, sebenarnya masalah parkir wisatawan itu Pemkab Magetan di era bupati sebelumnya sudah membuat tempat parkir yang rencananya dibuat tingkat empat termasuk basement (bawah tanah) dengan pelaksanaan dan anggaran bertahap. Tapi tidak jelas, ganti pemeritahan baru rencana tempat parkir baru itu tidak diteruskan."Tempat parkir yang dirancang untuk bertingkat empat itu sudah menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp 1,2 miliar, itu tahun 1999. Tapi ganti pemerintahan rancangan tempat parkir bertingkat itu tidak diteruskan,"kata mantan anggota DPRD Kabupaten Magetan periode 1999 - 2004 ini.Dikatakan Kobiyanto, kalau sekarang Pemkab lewat Disparbudpora mencari lahan parkir baru, dengan alasan tempat parkir yang ada, tidak memenuhi syarat. Itu dinilainya hanya alasan pejabat setempat untuk menghambur-hamburkan anggaran pemerintah."Kalau mencari lahan parkir baru, selain menghamburkan uang negara, juga merusak lingkungan. Karena hutan lindung di sarangan saat ini sudah habis untuk bangunan, cepat atau lambat pastinya akan berdampak,"ujar Kobiyanto yang saat ini istrinya Anik Mahanani duduk di Komisi A DPRD Kabupaten Magetan ini.Dijelaskan Kobiyanto, kalau anggaran untuk pengadaan lahan itu digunakan melanjutkan pembangunan tempat parkir bertingkat, selain menghemat biaya, juga ikut melestarikan lingkungan di Sarangan. "Kalau tempat parkir yang memang dirancang untuk parkir bertingkat itu diteruskan, biayanya kan tidak semahal pengadaan lahan baru. Lagian, juga lingkungan Sarangan tidak bertambah rusak,"katanya sambil mengatakan mengapa tempat parkir bertingkat tidak diteruskan malah diatasnya dibangun tempat yang tidak menunjang sebagai kawasan wisata .Kepala Unit Pelayanan Tehnis Daerah (UPTD) Sarangan Kuswinardi yang dikonfirmasi membenarkan kalau Disparbudpora sedang mencari lahan untuk digunakan tempat parkir wisatawan, karena tempat parkir yang ada tidak bisa lagi menampung."Kita lagi mencari lahan, karena tempat parkir yang ada sudah tidak muat menampung kendaraan wisatawan,"kata Kuswinardi kepada , Sabtu (2/8/2014).Ketika disinggung tempat parkir beringkat itu, Kuswinardi beralasan tidak diteruskannya pembangunan tempat parkir bertingkat yang sudah ada itu, karena rancangan itu tidak memenuhi persyaratan. Karena lingkungan Sarangan merupakan zona patahan (pergeseran lempeng bumi), sehingga sangat bahaya bila tempat parkir bertingkat itu diteruskan."Itu sangat riskan, Sarangan sampai Ngawi ini merupakan daerah patahan. Sehingga bahaya kalau parkir bertingkat itu diteruskan,"jelasa Kuswinardi.Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Magetan Hergunadi yang dikonfirmasi mengatakan tidak diteruskan rancagan tempat parkir bertingkat itu karena tempatnya kurang luas. Sulit diteruskan untuk parkir bertingkat. Namun, Hergunadi tidak menjawab soal wilayah patahan seperti yang dikatakan Kepala UPTD Sarangan."Tempatnya kurang luas, untuk buat jalan muter naik dan turun sudah habis tempatnya,"kata Ir Hergunadi, kepada seraya mengaku lupa luas lahan tempat parkir yang dirancang bertingkat itu.
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Heru Pramono
Tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment