| Sidang Paripurna Bahas RAPBD 2015 Diwarnai Hujan Interupsi |
, SURABAYA - Rapat paripurna penyampaian jawaban pandangan umum fraksi atas Rencana APBD 2015 diwarnai hujan interupsi. Ada penilaian, pembahasan RAPBD tahun 2014 terkesan dipaksakan.Anggota FPKB DPRD Surabaya, Masduki Thoha mengatakan, pihaknya mempertanyakan aturan RAPBD 2015 yang harus dibahas anggota DPRD periode 2009 - 2014. Padahal, yang akan menjalankan program legislasi pelaksanaan APBD 2015 adalah anggota DPRD periode 2014 - 2019."Ini yang kita nilai ada pemaksaan, mengapa RAPBD 2015 dipaksa dibahas DPRD lama, bukan DPRD baru yang menjalankanya," kata Masduki Thoha dalam rapat paripurna DPRD Surabaya, Senin (4/8/2014).Untuk itu, dikatakan Masduki, sebelum ada kejelasan dasar aturan RAPBD 2015 dibahas DPRD sekarang ini maka sebaiknya RAPBD 2015 tidak dipaksakan untuk dibahas."Makanya, kita mengharap ini menjadi perhatian dahulu," tandas Masduki Thoha.Sementara anggota FPG DPRD Surabaya, Erik Reginal Tahalele mengatakan, pihaknya tidak bisa menerima interupsi dari Masduki Thoha yang mempersoalkan siapa yang berhak membahas RAPBD 2015. Karena kenyataanya sekarang ini yang ada di rapat paripurna anggota DPRD Surabaya dan tidak mengenal yang lama atau baru."Kalimat dewan lama dan baru itu yang menyakitkan. Soal pembahasan RAPBD 2015 sudah menjadi tugas anggota DPRD Surabaya tanpa ada pembedaan," kata Erik Reginal Tahalele.
Terkait#DPRD Surabaya
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment