Berita Terbaru
Showing posts with label Dendam. Show all posts
Showing posts with label Dendam. Show all posts

Motif Pembunuhan Pria Bertato Mawar di Terowongan Halim, Karena Dendam

Written By laso on Thursday, 24 January 2013 | 07:07




Motif Pembunuhan Pria Bertato Mawar di Terowongan Halim, Karena Dendam
Motif Pembunuhan Pria Bertato Mawar di Terowongan Halim, Karena Dendam





kepala unit kriminal polsek jatinegara akp sukisno menjelaskan, motif pengeroyokan mayat tato mawar di terowongan cawang-halim dikarenakan dendam. pengeroyokan juga dilakukan karena pelaku di bawah pengaruh miras."awalnya korban bersama dua tersangka mabok minuman keras intisari di bawah tol. saat itu korban minta ke tersangka untuk beli minuman lagi," ujar sukisno saat ditemui di polsek jatinegara, kamis (24/1/2013).sukisno menjelaskan saat itu korban meminta kepada tersangka untuk membeli minuman lagi. tetapi, korban malah mendapat caci maki."tersangka tidak mau, korban yang marah langsung mencaci maki, dan meludahi tersangka," jelasnya.sukisno menceritakan karena sakit hati dengan perlakuan korban, kedua orang pelaku langsung mengeroyok korban. "tersangka bernama sutrisno langsung mengambil batu cor dan memukul korban hingga sekarat, sedangkan tersangka lain yang masih buron ikut menendang korban dibagian dada hingga tewa," paparnya.sebelumnya diberitakan, lelaki dengan tubuh penuh tato ditemukan tewas di terowongan halim, jl di panjaitan, jakarta timur, kamis (24/1/2013). lelaki tanpa identitas ini korban pembunuhan.di sekujur tubuh pria yang bertelanjang dada tersebut dipenuhi tato. tato yang terlihat antara lain tato mawar di dada, tato naga di lengan kanan, dan tato tribal di kaki kanan korban. pria tersebut hanya mengenakan celana panjang berwarna hitam. sementara itu di bagian kepala korban dipenuhi darah.menurut warga sekitar, mayat tersebut dikenali bernama budi (40). dia adalah pemulung yang sehari-hari membawa gerobak dan tidur digerobak tersebut. (edo/rvk)
sumber: www.detik.com

Dendam Dipesantrenkan, Megi Pukuli Ayah Ibunya

Written By laso on Wednesday, 23 January 2013 | 19:19




Dendam Dipesantrenkan, Megi Pukuli Ayah Ibunya
Dendam Dipesantrenkan, Megi Pukuli Ayah Ibunya





megi melgiansyah (20), warga kampung ciseel, desa sukarasa, kecamatan salawu, kabupaten tasikmalaya, nekat menghajar kedua orangtuanya karena alasan dendam. ia dendam karena dimasukkan kedua orangtuanya, idad romansyah dan tati mulyati, ke salah satu pondok pesantren di tasikmalaya. menurut keterangan yang dihimpun kompas.com, megi diduga sering minum minuman keras dan mengamuk kepada orangtuanya. hal inilah yang menjadi alasan idad dan tati memasukkan megi ke pesantren. namun, megi justru kabur dari pesantren. pada rabu (23/1/2013), ia kembali ke rumah dan langsung mengamuk kepada kedua orangtuanya. ayahnya dipukuli di bagian wajah, serta menggigit telinganya hingga hampir putus. tindak kekerasan juga dilakukan terhadap ibunya yang berucaha melerai megi dan ayahnya. tati, ibu megi, dipukuli di bagian wajah dan mengalami luka sobek di bagian pelipis matanya. para warga pun langsung mengamankan megi dan melaporkannya ke polisi. megi langsung ditangkap polsek salawu, tasikmalaya. ketika ditanya alasannya memukuli kedua orangtuanya, megi menjawab karena menyimpan dendam. "saya dendam, saya ditempatkan bersama orang gila di salah satu pesantren oleh kedua orangtua saya. saya mau dimandiin katanya," kata pelaku, saat dijumpai di sel tahanan polsek salawu, rabu sore. kepala unit reserse kriminal polsek salawu ajun inspektur dua agus kasdili mengatakan, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan dan dijerat undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) dan pasal 351 kuh pidana tentang penganiayaan, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 5 tahun. "pelaku dalam keadaan normal dan tidak terindikasi gangguan kejiwaan. sesuai keterangan saksi, pelaku adalah pecandu minuman keras oplosan. kekerasan ini dilatarbelakangi dendam si pelaku," kata agus. kini, pelaku mendekam di sel tahanan polsek kawalu, untuk diproses secara hukum.









editor :
sumber: www.kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger