Berita Terbaru
Showing posts with label Diizinkan. Show all posts
Showing posts with label Diizinkan. Show all posts

A Rafiq Wafat, Fahd Rafiq Diizinkan Melayat Oleh Kalapas Sukamiskin

Written By laso on Saturday, 19 January 2013 | 21:49




A Rafiq Wafat, Fahd Rafiq Diizinkan Melayat Oleh Kalapas Sukamiskin
A Rafiq Wafat, Fahd Rafiq Diizinkan Melayat Oleh Kalapas Sukamiskin





Detik terpidana kasus suap dpid fahd rafiq tengah berduka karena sang ayah a. rafiq meninggal dunia pada sabtu kemarin. fahd yang kini ditahan di lapas sukamiskin bandung pun diizinkan untuk menjenguk."diizinkan menjenguk oleh kalapas sukamiskin bandung. tengah malam tadi sudah sampai. ini saya baru saja ketemu (dengan fahd) di rumah duka," kata kuasa hukum fahd, rudy alfonso ketika dihubungi, minggu (20/1/2013).menurut rudy, fahd sampai ke rumah duka di depok sekitar pukul 00.00 wib, minggu dinihari tadi. fahd meluncur ke depok setelah mendapatkan izin dari pihak lapas sukamisikin."tentunya dia berdukalah yang sedalam-dalamnya," kata rudy.mengenai penahanan fahd, kata rudy, sudah dipindahkan sukamiskin setelah sebelumnya sempat ditahan di rutan kpk dan cipinang. ini merupakan imbas dari keputusan fahd yang tidak mengajukan banding dari vonis 2,5 tahun dari pengadilan tipikor."jadi sudah berkekuatan hukum tetap," kata rudy.lapas sukamiskin bandung memang diperuntukkan untuk narapidana kasus korupsi. fahd divonis bersalah karena terbukti menyuap mantan anggota banggar wa ode nurhayati.pedangdut dan aktor a rafiq meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit selama kurang lebih 2 minggu. fahd meninggal karena sakit jantung. (fjp/mad)
sumber: www.detik.com

Pemerintah Mengalah, Warga Diizinkan Tinggal di Lereng Merapi

Written By laso on Sunday, 13 January 2013 | 00:12




Pemerintah Mengalah, Warga Diizinkan Tinggal di Lereng Merapi
Pemerintah Mengalah, Warga Diizinkan Tinggal di Lereng Merapi





Detik pemerintah akhirnya mengalah dengan mengizinkan warga tetap tinggal di lereng merapi. meski wilayah itu masuk dalam kawasan rawan bencana, warga menolak direlokasi. ada 656 kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan bencana (krb) 3, tapi tetap menolak direlokasi. mereka diperbolehkan tetap tinggal, asalkan mau diungsikan bila kondisi gunung merapi membahayakan.kepala badan nasional penanggulangan bencana (bnpb) syamsul maarif mengatakan pemerintah menerapkan pola hidup di tengah rawan bencana. warga harus mengenali wilayahnya dan siap mengungsi. “kalau memang tidak bisa lagi untuk relokasi, ya living in harmony. silakan saja masyarakat itu tetap di atas, asalkan kalau suatu saat ditentukan untuk mengungsi harus mau, makanya harus tandatangani perjanjian,” kata syamsul di kantor pt angkasa pura i, jl laksda adisucipto yogyakarta, minggu (13/1/2013).untuk menerapkan living in harmony diperlukan pendekatan kebudayaan termasuk menjalin hubungan dengan juru kunci merapi. pemerintah juga menyiapkan jalur evakuasi untuk mendukung sistem peringatan dini. sementara itu kepala desa glahgaharjo, cangkringan, sleman, suroto mengatakan, warganya mau direlokasi asalkan dipersiapkan hunian yang aman dari bencana. permintaan ini kata suroto pernah disampaikan ke pemerintah. namun karena tidak kunjung disiapkan, maka warga memilih tetap bertahan di tempat tinggalnya."warga yang masih tinggal di krb 3 ini sudah menandatangani surat perjanjian dengan pemerintah yang isinya jika sewaktu-waktu ditentukan mengungsi harus siap untuk diungsikan. di wilayahnya, untuk early warning system sudah dipasang, namun untuk pelebaran jalur-jalur evakuasi belum ada," kata suroto.di glagah harjo terdapat 3 dusun yang masuk kawasan tawan bencana 3 yakni di dusun srunen, kalitengah lor dan dusun kalitengah kidul. masih ada sekitar 400 orang yang tetap bertahan di tempat tinggalnya. (fdn/fdn)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger