Berita Terbaru
Showing posts with label Rencana. Show all posts
Showing posts with label Rencana. Show all posts

Surya Paloh Bicara Detik-detik Pengunduran Diri & Rencana HT Membeli tvOne

Written By laso on Friday, 25 January 2013 | 08:19




Surya Paloh Bicara Detik-detik Pengunduran Diri & Rencana HT Membeli tvOne
Surya Paloh Bicara Detik-detik Pengunduran Diri & Rencana HT Membeli tvOne





surya paloh menceritakan detik-detik pengunduran diri hary tanoe. tak hanya itu, dia juga menyingkap rencana bisnis mantan koleganya di partai nasdem itu, yang berkeinginan membeli tvone."sebelum mengundurkan diri dia bilang baik-baik, dia malah bilang mau beli tvone," kata surya paloh usai acara pembukaan kongres nasdem di jcc, senayan, jakarta, jumat (25/1/2013).surya menuturkan jalinan persahabatan antara dirinya dan hary tanoe masih terjalin menjelang pengunduran diri hary tanoe. tak ada kemarahan, yang ada hanya suasana persahabatan."suasana friendship tetap ada, bukan suasana yang marah-marah, masih ada komunikasi," tuturnya.surya beberapa kali berdiskusi dengan ht sebelum pengunduran diri. namun dia mengaku tak mengetahui rencana politik ht setelah keluar dari nasdem."saya hanya dengar di pres con, nah disini dia agak rahasia sama saya," ujarnya.surya menegaskan keluarnya ht tak akan memberi pengaruh besar bagi nasdem. bahkan dia meyakini nasdem bisa menjadi lebih besar."jangan seakan-akan ht keluar nasdem mati, nggak benar. jangan-jangan justru lebih hebat," imbuhnya. (trq/fdn)
sumber: www.detik.com

Pedagang Belum Mengetahui Rencana Redenominasi




Pedagang Belum Mengetahui Rencana Redenominasi
Pedagang Belum Mengetahui Rencana Redenominasi





sejumlah pedagang mengaku, belum mengetahui adanya rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah. sebagian besar pedagang tidak memiliki informasi mengenai kebijakan tersebut. mereka mengharapkan adanya sosialisasi yang lebih jelas dari pemerintah terkait redenominasi dalam waktu dekat.            redenominasi merupakan penyederhanaan pecahan mata uang dengan cara mengurangi digit nol, tanpa mengurangi nilai mata uang. tujuan kebijakan tersebut, agar transaksi lebih efisien dan nyaman.            wiwin (28) salah satu pedaganag sayur di pasar kebayoran lama, jakarta selatan, mengatakan, belum mengetahui adanya rencana redenominasi rupiah. wiwin  membutuhkan penjelasan dari pemerintah, sehingga memiliki pandangan yang lebih jelas mengenai redenominasi rupiah.            demikian juga pada erni (44), pedagang sayur yang lainnya di pasar kebayoran lama. ketidakpahaman erni mengenai rencana pemerintah melakukan redenominasi rupiah membuat erni khawatir. "jangan sampai jualannya tambah ribet mas," tutur erni.erni berharap ada sosialisasi dari pemerintah mengenai redenominasi rupiah. "paling tidak dengan selebaran mas," lanjut erni.            demikian pula ian (25), pedagang roti di kebayoran lama, juga belum mengetahui akan adanya redenominasi rupiah. ian belum memiliki gambaran mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap transaksi. ian sangat mengharapkan adanya sosialisasi dari pemerintah, agar memiliki pemahaman yang utuh dan jelas tentang kebijakan tersebut.akibat ketidakpahaman pedagang terhadap rencana redenominasi, mereka memiliki berbagai spekulasi mengenai kebijakan tersebut. yanti (45) pedagang sayur di pasar kebayoran lama mengatakan, dengan adanya redenominasi, justru akan menyulitkan proses transaksi karena sudah terbiasa dengan sistem yang lama. "dengan sistem yang sekarang saja sering membuat bingung," tutur yanti            sementara itu yopi (50), pedagang sandal di kebayoran baru, berpikir, jika redenominasi dilakukan akan mengurangi daya beli uang. ia khawatir redenominasi rupiah akan mengganggu keuntungan penjualannya.








editor :
sumber: www.kompas.com

Rencana Jangka Pendek SBY untuk Banjir Jakarta

Written By laso on Sunday, 20 January 2013 | 01:25




Rencana Jangka Pendek SBY untuk Banjir Jakarta
Rencana Jangka Pendek SBY untuk Banjir Jakarta





presiden susilo bambang yudhoyono meminta agar petugas memperhatikan nasib pengungsi yang menjadi korban banjir jakarta, dan sesegera mungkin menambah jumlah pompa untuk membuang air yang menggenang. dua hal itu merupakan rencana jangka pendek untuk membantu korban banjir yang diungkapkan presiden saat menggelar jumpa pers di tepi sungai ciliwung, minggu (20/1/2013) siang.presiden yang sebelumnya menggelar rapat koordinasi dengan para pejabat terkait, sekaligus mengunjungi pengungsi di gor otista, jakarta timur, mengatakan, saat ini, di tengah banjir yang mulai menyusut, para pengungsi membutuhkan fasilitas mandi cuci kakus atau mck mobile. berdasarkan laporan yang diterimanya, fasilitas tersebut masih sangat kurang dan harus segera ditambah."kita bisa selesaikan masalah pengungsi, kita berencana menambah 50 mck mobile yang bisa digelar di manapun yang diperlukan," kata presiden.selain fasilitas mck, presiden sby juga berencana menambah jumlah pompa untuk mempercepat surutnya air yang menggenangi permukiman warga. karena seringkali banjir datang mengejutkan, menimbulkan korban, lantaran jumlah pompa belum mencukupi. "itu yang kita perlukan, kita alokasikan anggaran sekitar rp 300 miliar," ujar presiden.sebelumnya, untuk rencana jangka menengah, presiden telah memutuskan membuat sodetan dari sungai ciliwung ke kanal banjir timur (kbt). rencana ini diperkirakan selesai di medio 2014 dengan sokongan dana rp 500 miliar dari pemerintah pusat. selain itu, normalisasi sungai juga dilakukan, dengan estimasi biaya sekitar rp 1,2 triliun dari apbn dan apbd dki jakarta.semua keputusan presiden sby merupakan hasil rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait. di antaranya menteri koordinator kesejahteraan rakyat (menkokesra) agung laksono, menteri pekerjaan umum djoko kirmanto, menteri koordinator perekonomian hatta rajasa, gubernur dki jakarta joko widodo, perwakilan dpr ri, dan perwakilan dari badan nasional penanggulangan bencana (bnpb).









editor :
sumber: www.kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger