Berita Terbaru
Showing posts with label Suriah. Show all posts
Showing posts with label Suriah. Show all posts

Koalisi Oposisi Suriah Pilih Pemimpin Baru

Written By laso on Sunday, 7 July 2013 | 08:21




Koalisi Oposisi Suriah Pilih Pemimpin Baru
Koalisi Oposisi Suriah Pilih Pemimpin Baru





kelompok oposisi suriah, sabtu (6/7/2013), memilih ahmad jassi jarba menjadi pemimpin baru kelompok penentang presiden bashar al-assad.
demikian juru bicara kelompok oposisi, khaled saleh.
jarba, yang mewakili faksi sekuler pimpinan tokoh veteran michel kilo dan dianggap dekat dengan arab saudi, mendapatkan 55 suara dalam koalisi nasional suriah yang terpecah-pecah.
dia mengalahkan sekretaris kelompok oposisi mustafa al-sabbagh, yang memperoleh 52 suara dalam pemungutan suara putaran kedua yang digelar di istanbul, turki.
kelompok oposisi suriah sempat tanpa pemimpin sejak ahmad moaz al-khatib mundur dari jabatannya mei lalu karena memprotes minimnya aksi internasional terhadap konflik suriah.
pemilihan ketua baru ini awalnya dijadwalkan akhir mei namun diundur setelah pembicaraan antarfaksi selama delapan hari menemui jalan buntu.
saat itu kelompok-kelompok anti-assad tidak menemukan kata sepakat terkait pandangan soal masa depan koalisi dan pengaruh negara lain di kawasan terhadap hasil akhir konflik suriah.
dalam pemilihan hari sabtu itu, 114 anggota koalisi juga memilih tiga wakil ketua yaitu suheir atassi, mohammed farouk tayfur, dan salim muslit.
sementara itu, jabatan sekretaris jenderal dipercayakan kepada badr jamous.








sumber :
afp





editor : ervan hardoko




































berita terkait

dua tahun perang, kerugian suriah tembus rp 150 triliun
sudah tiga hari, pasukan suriah gempur kota homs
soal suriah, as dan india bersepakat
pastor katolik dieksekusi di suriah
assad senang muhammad mursi terjungkal







topik pilihan:



krisis politik mesir



gempa aceh



bbm di android dan iphone



gebrakan jokowi-basuki



skandal suap impor daging sapi



wimbledon 2013











baca juga







pbb akan periksa catatan ham indonesia













caleg "dikuliti", itu risiko pejabat publik!













jelang ramadhan, makam uje "memerah"













goma, kota paling berbahaya di muka bumi













meskipun ramadhan, kpk janji tetap "speed up"


















































googletag.
display('div-gpt-ad-650961807517913993-2');





























terpopuler + indeks




1
andi nurpati: ada oknum demokrat dekati jokowi





2
golkar juga menunggu "anggukan" jokowi





3
merasa difitnah, sudi tuntut fahri hamzah minta maaf





4
jokowi atau bukan, tunggu kearifan bu mega.
.
.






5
mengapa megawati pilih sidarto gantikan taufiq kiemas?























terbaru + indeks





koalisi oposisi suriah pilih pemimpin baru









pesawat maskapai korea selatan jatuh di san francisco









kereta api pengangkut bbm meledak di kanada, puluhan gedung rusak









giliran bolivia tawarkan suaka politik untuk snowden









mohammed elbaradei ditunjuk menjadi pm interim mesir



























jumat, 5 juli 2013 | 19:38 wib

50 cent masuk pengadilan dengan tuduhan lakukan keketasan terhadap pacar








jumat, 5 juli 2013 | 15:31 wib

perusahaan tambang harus bayar kompensasi





- index berita -










index



polisi australia bongkar sindikat rumah bordil ilegal
rabu, 3 juli 2013 | 19:14 wib


menteri baru australia tolak komentari kemerdekaan papua
rabu, 3 juli 2013 | 14:48 wib


politisi australia beragama yahudi, bela pengambilan sumpah gunakan…
selasa, 2 juli 2013 | 16:35 wib





































































































news





ekonomi


bola


tekno


entertainment


otomotif


health


female


travel


properti


foto


video


forum


kompasiana




















about


advertise with us
policy
site map
career
contact us
pedoman media siber


©2008 - 2013 pt.
kompas cyber media (kompas gramedia).
all rights reserved.







































!function(d,s,id){var js,fjs=d.
getelementsbytagname(s)[0];if(!d.
getelementbyid(id)){js=d.
createelement(s);js.
id=id;js.
src="https://platform.
twitter.
com/widgets.
js";fjs.
parentnode.
insertbefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");


window.
___gcfg = {
lang: 'id'
};
(function() {
var po = document.
createelement('script'); po.
type = 'text/javascript'; po.
async = true;
po.
src = 'https://apis.
google.
com/js/plusone.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(po, s);
})();




//



$(function() {
var c = true;
$("#mykompas_like").
click(function () {
if (c) {
var n = $(this);
$("#myk-err").
remove();
if (! $("a#myk-ldr").
length) {
n.
parent().
append(' ')
}
c = false;
$.
getjson("http://" + document.
domain + "/services/mykompas/like/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&jsoncallback=?", function (p) {
if (p && p.
status == 1) {
n.
parents("div:eq(0)").
html(' berita telah terpilih')
} else {
$("#myk-ldr").
remove();
var o = ' proses gagal, coba kembali';
n.
parent().
append(o)
}
c = true;
$("#myk-ldr").
remove()
})
}
return false;
});
$(".
twitter").
click(function () {
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
//$(".
twitter-share-button").
load(function () {
// $(this).
contents().
find(".
btn").
live("click", function () {
// $.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareontwitter/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + location.
href + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
// });
//});
fb.
event.
subscribe('edge.
create', function(response) {
console.
log(response);
$.
getjson("http://api.
my.
kompas.
com/panel/shareonfacebook/?title=" + escape(document.
title.
replace(" - kompas.
com", "")) + "&url=" + response + "&app_id=kompascom&app_key=k01sbbdjweri938x&jsoncallback=?");
});
});






jquery(document).
ready(function ($) {
$("#putartbox").
kompasartbox({
siteno : "1",
sectionid : "9",
articleid : "1053312",
nameutm : "internasional",
nameid : "sartbox",
prevpermalink : "2013/07/07/0304516.
xml"
});
$.
ajax({
type:'get',
url:'http://api.
sharedcount.
com/?url=http://internasional.
kompas.
com/read/2013/07/07/0304516/koalisi.
oposisi.
suriah.
pilih.
pemimpin.
baru',
datatype:'json',
beforesend: function(){
$(".
social-fb-count").
html('');
$(".
social-twitter-count").
html('');
},
success:function(result){
//console.
log(result.
facebook.
total_count);
if(result != null || result != undefined || result != '')
{
$(".
social-fb-count").
html(result.
facebook.
total_count);
$(".
social-twitter-count").
html(result.
twitter);
}
else
{
$(".
social-fb-count").
html(0);
$(".
social-twitter-count").
html(0);
}
}
});
});





$(function() {
$('a#btnansweroriginal').
live('click', function(){
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/answer/',
type: 'post',
data: $('form#quiz_form').
serialize(),
success: function(result) {
$.
fancybox(result.
status);
}
});
return false;
});

$('#btnlogin').
live('click', function(){
var username = $('#username').
val();
var password = $('#password').
val();
$.
ajax({
url: 'http://news.
kompas.
com/quiz/login/',
type: 'post',
data: $('form#login_form').
serialize(),
success: function(result) {
if(result.
status == 1){
window.
location.
href = result.
output;
}else{
$.
fancybox(result.
output);
}
}
});
return false;
});

$("a#status_quiz").
fancybox({
"width" : '0',
"height" : '0',
"autoscale" : false,
"transitionin" : "none",
// "transitionout" : "none"
});
if(($("#tabbing_tabs").
length > 0)) {
var countries=new ddtabcontent("tabbing_tabs");
countries.
setpersist(true);
countries.
setselectedclasstarget("link");
countries.
init();
}
});







$(function() {
$("a.
fn_register").
fancybox ({
'width' : 700
, 'height' : 550
, 'autoscale' : true
, 'transitionin' : 'over'
, 'transitionout' : 'over'
, 'type' : 'iframe'
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
$('a.
fn_login').
fancybox({
'autoscale': true
, 'transitionin': 'over'
, 'transitionout': 'over'
, 'type': 'iframe'
, 'width': 330
, 'height': 300
, 'titleshow' : false
, 'shownavarrows' : false
});
});








var _gaq = _gaq || [];
_gaq.
push(['a.
_setaccount', 'ua-3374285-20']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['a.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['b.
_setaccount', 'ua-3374285-1']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['b.
_trackpageloadtime']);
_gaq.
push(['d.
_setaccount', 'ua-9341640-16']);
_gaq.
push(['d.
_setdomainname', 'auto']);
_gaq.
push(['d.
_setallowlinker', true]);
_gaq.
push(['d.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['d.
_trackpageloadtime']);


_gaq.
push(['c.
_setaccount', 'ua-3374285-7']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageview']);
_gaq.
push(['c.
_trackpageloadtime']);


(function() {
var ga = document.
createelement('script'); ga.
type = 'text/javascript'; ga.
async = true;
ga.
src = ('https:' == document.
location.
protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.
google-analytics.
com/ga.
js';
var s = document.
getelementsbytagname('script')[0]; s.
parentnode.
insertbefore(ga, s);
})();









//









sumber: www[dot]kompas[dot]com

Oposisi Suriah Akan Pilih Perdana Menteri

Written By laso on Monday, 18 March 2013 | 18:12




Oposisi Suriah Akan Pilih Perdana Menteri
Oposisi Suriah Akan Pilih Perdana Menteri





koalisi oposisi suriah akan bertemu di istanbul, turki, senin (18/3/2013), untuk memilih perdana menteri pertama mereka.
tokoh yang terpilih akan bertanggung jawab mengelola kawasan yang sudah direbut pemberontak dari pemerintah suriah.
tugas pertama perdana menteri terpilih adalah membentuk pemerintahan yang akan bertempat di dalam wilayah suriah.
meski pemilihan perdana menteri ini akan meningkatkan kredibilitas opisisi di mata dunia internasional namun kecil kemungkinan pemerintahan oposisi ini bisa menggelar dialog dengan rezim presiden bashar al-assad.
koalisi nasional suriah (snc) -organisasi payung oposisi- tidak menjamin bahwa pemilihan perdana menteri ini akan berjalan lancar dan sesuai jadwal.
sebab rencana pemilihan sebelumnya juga pernah ditunda.
sementara itu, di wilayah yang dikuasai pemberontak, pendapat warga terbelah antara mengedepankan layanan dasar untuk warga dan menegakkan hukum.
sebagian warga lain ragu koalisi mampu memilih orang yang kompeten untuk menjalankan pemerintahan.
"koalisi tidak membumi untuk mengetahui kebutuhan nyata rakyat," kata seorang aktivis asal aleppo, abu hisham.
sementara itu, aktivis dari damaskus, matar ismail, memandang sudah saatnya kawasan yang sudah "dibebaskan" mendapatkan pemerintahan baru demi kehidupan yang lebih baik.
"saat ini terdapat lebih dari 10 juta warga suriah di wilayah yang dikuasai oposisi yang membutuhkan pendidikan dan layanan kesehatan," kata juru bicara koalisi, walid al-bunni.
"namun, jika pemilihan digelar, maka perlu lebih banyak pembicaraan dengan dewan pemerintahan lokal dan kelompok-kelomppk tentara pembebasan suriah (fsa) yang bertempur di suriah," tambah walid.
sejumlah sumber oposisi mengatakan mantan menteri pertanian asaad mustapha, pakar ekonomi osama kadi, dan eksekutif perusahaan komunikasi ghassan hitto menjadi kandidat kuat perdana menteri oposisi.
kelompok oposisi yang berkumpul di turki nampaknya akan cenderung memilih seorang administratur ulung yang sudah lama bekerja bersama oposisi.
namun, negara-negara yang mendukung pemberontak seperti qatar dan arab saudi nampaknya juga akan memengaruhi pemilihan.
"perdana menteri haruslah tokoh yang sejak awal bergabung dengan revolusi dan lebih baik lagi di masih tinggal di suriah hingga kini, bukan seseorang yang sudah lama tinggal di luar negeri," kata seorang tokoh oposisi, haytham al-maleh.
 






sumber :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Oposisi Suriah Ajak Rezim Assad Berunding

Written By laso on Tuesday, 5 February 2013 | 14:10




Oposisi Suriah Ajak Rezim Assad Berunding
Oposisi Suriah Ajak Rezim Assad Berunding





pimpinan oposisi suriah moaz al-khatib menyerukan agar presiden bashar al-assad bersedia berunding untuk menghentikan kekerasan. khatib yang baru saja terpilih sebagai ketua koalisi nasional suriah, lembaga payung untuk kelompok oposisi, menyerukan agar presiden assad menugasi wakilnya sebagai pembuka jalan negosiasi. tujuan perundingan menurut khatib adalah untuk membantu lengsernya rezim assad turun dengan damai tanpa pertumpahan darah berikutnya. usulan kubu khatib ini didukung pemerintah as meski sampai kini belum ada tanggapan dari kubu damaskus. khatib pekan lalu menjadi sasaran kritik karena menyatakan bersedia berembug dengan pemerintah dengan syarat 160.000 tahanan yang ada di tangan damaskus dibebaskan. syarat yang sebelumnya diajukan oposisi untuk negosiasi damai adalah agar presiden assad mundur lebih dulu sebelum negosiasi dimulai.  jalur baru
sumber: www[dot]kompas[dot]com

1.928 WNI Berhasil Dievakuasi dari Suriah Selama Tahun 2012

Written By laso on Friday, 25 January 2013 | 03:34




1.928 WNI Berhasil Dievakuasi dari Suriah Selama Tahun 2012
1.928 WNI Berhasil Dievakuasi dari Suriah Selama Tahun 2012





sepanjang 2012, kementerian luar negeri (kemenlu) berhasil memulangkan 1.928 wni di tengah-tengah konflik di suriah. dari total jumlah wni tersebut, tercatat 42 adalah keluarga kbri, 80 pelajar dan mahasiswa, serta 1.806 wni yang mayoritas berprofesi sebagai tki.upaya-upaya pemulangan tersebut tidak lepas dari wujud kepedulian dan tanggung jawab kemlu, termasuk kbri terhadap perlindungan wni di luar negeri, demikian dikatakan direktur informasi dan media kemlu, ple priatna tentang perkembangan penanganan wni di suriah dalam rilis yang diterima, jumat (25/1/2013).wni yang telah diterbangkan ke tanah air melalui fasilitas bantuan pemerintah ri hingga 31 desember 2012 sebanyak 1.582 orang. selain itu kbri juga telah dapat membantu penanganan 2.540 kasus yang diadukan termasuk di dalamnya 225 kasus gaji.dari 2.540 kasus yang diadukan, 82 persen telah dapat diselesaikan dan sisanya masih dalam proses seperti kasus iqamah/izin tinggal penata laksana rumah tangga (plrt) serta sisa gaji.karena kondisi suriah yang belum kondusif terutama bagi majikan yang berada di daerah konflik atau telah melarikan diri ke luar negeri dikarenakan keamanan mereka. hal ini yang menyulitkan bagi kbri untuk menyelesaikannya.namun demikian, kbri bekerjasama dengan pihak-pihak terkait di suriah dan menyewa dua orang pengacara suriah sejak juli 2012, untuk menangani dan menyelesaikan masalah-masalah para plrt, terutama yang berkaitan dengan gaji.sejak krisis di suriah terjadi, kbri damaskus menyiapkan 3 shelter yang tersebar di wilayah provinsi damaskus, lattakia dan aleppo. rata-rata kedatangan plrt ke shelter kbri damaskus khususnya, sebanyak 15–20 orang per hari sejak pertengahan tahun 2012.dengan kapasitas shelter kbri damaskus sebanyak 500 orang dan ketika jumlah plrt membludak, wisma duta juga dipergunakan sebagai penampungan sementara seperti yang terjadi dua kali di bulan desember 2012.“sejak krisis suriah berlangsung, jumlah kasus plrt yang ditangani oleh kbri damaskus semakin meningkat terutama tahun 2012 dibanding tahun sebelumnya,” jelas duta besar indonesia untuk suriah, wahib abdul jawad.“sedangkan adanya beberapa kasus plrt di suriah yang belum selesai, dikarenakan adanya kendala terkait birokrasi setempat dan kondisi suriah yang belum kondusif,” terang wahib.sejak awal januari 2013, kbri damaskus sudah memulangkan sebanyak 302 wni yang terdiri dari 7 orang mahasiswa dan 295 plrt, dengan 3 kali pemberangkatan melalui libanon.sampai hari ini, jumlah plrt yang berada di shelter kbri damaskus sejumlah 436 orang, dan terdapat 212 plrt yang siap untuk dipulangkan minggu ini melalui libanon. “mereka hanya tinggal menunggu visa libanon saja,” tuturnya. (nwk/nwk)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger