| Angkudes Wonosobo Protes Pengalihan Trayek Bus |
sopir dan awak angkutan umum pedesaan (angkudes) jurusan wonolelo-wonosobo, jawa tengah memprotes pengalihan angkutan umum bus antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi (akdp dan akap) yang sebelumnya melintas jalur kota.pengalihan trayek kedua angkutan luar kota melintasi jalur lingkar selatan merugikan angkudes.ketua paguyuban angkudes wonolelo-wonosobo, gun listiyono, senin (14/1/2013), memprotes keras kebijakan dinas perhubungan komunikasi dan informarika (dishubkominfo) atas pengalihan jalur angkutan akdp dan akap karena dinilai gagal dan cenderung merugikan angkudes."setelah kebijakan diberlakukan, banyak angkutan akdp maupun akap yang nekat melanggar kesepakatan. mereka sengaja menaikkan penumpang selama melintasi jalur lingkar selatan, sehingga angkudes wonolelo-wonosobo menjadi sepi penumpang," ungkapnyadinas perhubungan setempat memberlakukan uji coba rute baru bus akap dan akdp, yang dilewatkan jalur lingkar selatan melalui wonolelo. supir angkudes meminta agar bus-bus akap dan akdp yang melalui jalur selatan tidak menaikkan penumpang di jalur mereka.gun berharap agar angkutan wonolelo-kota wonosobo bisa diijinkan memangkal di pertigaan kalierang. dengan menunggu penumpang di kalierang, mereka berharap penumpang yang selama ini hilang akan bisa kembali.berhubung di jalur pertigaan kalierang tersebut sudah ada angkutan dari sawangan dan leksono, mereka juga berjanji, bahwa sepanjang jalan banyumas-kota wonosobo tidak akan mengangkut penumpang, selain yang naik di pertigaan tersebut.sopir-sopir angkutan berwarna biru tua tersebut juga berharap agar komisi c dprd wonosobo dan dishubkominfo mengevaluasi rute akap dan akdp yang melalui wonolelo.kepala dishubkominfo, one andang wardoyo menjelaskan, bahwa kebijakan pengalihan jalur akap dan akdp tersebut adalah upaya mengurangi kemacetan di jalur utama menuju kota wonosobo. dengan adanya keberatan dari pihak angkudes tersebut, andang menyatakan akan melakukan evaluasi demi kebaikan bersama.
editor :
sumber: www.kompas.com