Berita Terbaru
Showing posts with label terkena. Show all posts
Showing posts with label terkena. Show all posts

Banjir Surut, Penyakit Bermunculan

Written By laso on Monday, 21 January 2013 | 09:01




Banjir Surut, Penyakit Bermunculan
Banjir Surut, Penyakit Bermunculan





banjir jakarta telah surut, namun penyakit-penyakit pascabanjir perlu diwaspadai. diare dan leptospirosis merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh korban banjir pascasurutnya genangan air dari rumah-rumah mereka."paling rentan memang penyakit diare dan leptospirosis. udara yang lembab di rumah-rumah warga membuat penyakit lebih mudah menular," kata kepala puskesmas grogol petamburan, lola lovita kepada wartawan pada senin (21/1/2013).lola melanjutkan, penyakit diare bisa muncul akibat tangan yang kotor dan terkena genangan air banjir kemudian digunakan sebagai alat untuk menyuap makanan. kontak tangan dengan mulut yang menyebabkan terjadinya perpindahan kuman ke dalam tubuh. hal ini menyebabkan infeksi pada pencernaan dan menyebabkan diare.mengenai penyakit leptospirosis, kata lola, merupakan penyakit yang ditularkan oleh binatang-binatang tertentu. infeksi bakteri dari binatang seperti urine tikus, mencit, atau tikus tanah dapat menyebabkan gejala penyakit yang mengkhawatirkan."gejalanya bisa berupa panas tubuh yang tinggi, meriang, batuk kering, dan sakit kepala hebat," kata lola.untuk itu, ia menganjurkan supaya korban banjir sering mencuci tangan dan tidak asal memakan makanan yang dijual di jalan. warga juga diminta untuk menggunakan alas kaki agar tidak terkena urine binatang-binatang yang dapat menularkan penyakit.lanjut lola, penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga wijaya kusuma selama benjir adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ispa) dan penyakit kulit. mereka terkena penyakit kutu air sehingga menyebabkan gatal pada sela-sela jari di kaki.selain ispa dan kutu air, kata lola, warga juga banyak yang mengeluhkan penyakit demam dan pilek. mereka didata dan diperiksa agar bisa mendapatkan obat yang telah disediakan oleh posko kesehatan kecamatan.diberitakan sebelumnya, warga wijaya kusuma terendam banjir setinggi 50 cm sampai ketinggian 2 meter. mereka terpaksa mengungsi di tenda pengungsian yang berdiri di badan jalan pengeran tubagus angke, wijaya kusuma, jakarta barat.









editor :
sumber: www.kompas.com

Disdik DKI: Pelajar yang Jadi Korban Banjir Bisa Belajar di Rumah

Written By laso on Sunday, 20 January 2013 | 16:08




Disdik DKI: Pelajar yang Jadi Korban Banjir Bisa Belajar di Rumah
Disdik DKI: Pelajar yang Jadi Korban Banjir Bisa Belajar di Rumah





Detik hingga saat ini, banjir masih menggenang di beberapa titik di dki jakarta. akibatnya, banyak pelajar yang terkena dampak banjir masih belum bisa menjalankan aktivitas belajar secara normal. dinas pendidikan (disdik) dki jakarta pun menegaskan, para pelajar yang terkena dampak banjir masih diberi toleransi untuk tidak bisa belajar di sekolah selama kondisi belum normal. namun, mereka tetap harus belajar baik itu di rumah masing-masing maupun ditempat pengungsian dengan pengawasan orang tua."instruksi pak gubernur (joko widodo) harus kita lakukan. bagi para pelajar ataupun sekolah yang terkena banjir atau yang aksesnya terganggu, bisa menentukan langkahnya masing-masing. misalnya belajar di rumah. belajar di ruamh ini konotasinya tetap dalam pengawasan orang tua. sementara yang tidak terkena dampak banjir tetap masuk (sekolah) seperti biasa," ujar kepala dinas pendidikan dki, taufik yudi mulyanto saat berbincang dengan detikcom, minggu (20/1/2013) malam.tak hanya pelajar, bagi tenaga pengajar (guru) yang juga terkena dampak banjir, juga diberikan toleransi yang sama. untuk sementara guru tersebut bisa tidak datang ke sekolah."guru juga sama. kalau kena banjir, konsentrasi dulu untuk banjir. atau juga yang akses perjalanannya kena banjir, maka diberikan dispensasi. sesudah itu nanti kita semua akan bahu membahu melakukan kegiatan belajar mengajar secara optimal," jelas taufik.sementara itu, taufik menjelaskan, bangunan sekolah yang terkena banjir hingga saat ini sebanyak 251 bangunan. sedangkan yang dijadikan tempat pengungsian sebanyak 36 sekolah."jadi ada 287 sekolah yang bersentuhan dengan banjir," katanya. (jor/fjr)
sumber: www.detik.com

1 Napi Tewas Akibat Ricuh di Lapas Kesambi Cirebon




1 Napi Tewas Akibat Ricuh di Lapas Kesambi Cirebon
1 Napi Tewas Akibat Ricuh di Lapas Kesambi Cirebon





Detik satu narapidana lapas kesambi cirebon meregang nyawa. sang napi menjadi korban bentrokan antar penghuni lapas.menurut kepala lapas kelas i kesambi cirebon, teja sukmana, kericuhan terjadi karena persoalan sepele. hanya disebabkan karena pembagian makan pada sore hari.”ada ketersinggungan, yang berakibat pada tawuran antar blok. dua blok yaitu a dan b menyerang blok f,” tutur teja usai sweeping lapas oleh polres cirebon kota, minggu (20/1/2013).teja mengatakan, pada saat kejadian sebenarnya tidak ada senjata tajam yang digunakan. hanya saja ada napi yang terkena tusukan sikat gigi yang diruncingkan. ”dan itu yang menyebabkan terjadinya penyerangan ke blok f. korban sebetulnya target utama dalam penyerangan. korban adalah napi yang belum masuk ke kamar. karena usai kejadian kita giring semua narapidana ke dalam kamar,” lanjut teja.teja melanjutkan, korban terkena lemparan genteng pada pagian kepala belakang. korban langsung dibawa ke rs gunung jati cirebon. ”meninggalnya di rumah sakit,” tambah teja.korban tewas bernama frengky hutubessy, tercatat sebagai warga jl perkutut i no 2 rt/rw 007/03 kav harapan kota kelurahan harapan jaya kec bekasi utara kota bekasi jawa barat. korban merupakan pindahan dari lapas suka miskin bandung pada tanggal 8 nopember 2012, dengan kasus perampokan. usai kejadian, jajaran polres cirebon kota langsung melakukan penyisiran, agar tidak ada barang-barang terlarang yang tersimpan dalam kamar narapidana. (fjr/jor)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger