![]() |
| Bibir Sungai Terkikis, Delapan Rumah Terancam Longsor |
intensitas hujan di atas sedang yang turun di yogyakarta berpotensi menyebabkan luapan air sungai yang menyebabkan banjir lokal maupun banjir lahar dingin. di kabupaten sleman, selain sungai gendol, sungai opak juga mempunyai risiko besar untuk meluap saat hujan turun. mengantisipasi hal tersebut, beberapa titik yang dilewati aliran sungai opak seperti dusun kalibulus, desa bimomartani ngemplak, sleman membutuhkan tanggul pengamanan kontruksi bronjong. kepala desa bimomartani ngemplak supriyanto mengatakan, ada beberapa pemukiman, pekarangan dan tanah kas desa di bantaran sungai opak yang kondisinya semakin terkikis dan rawan longsor."setidaknya ada sekitar delapan rumah di bantaran sungai yang rawan longsor. lima di antaranya berada di kampung kalibulus kidul dan tiga rumah di sekitar dam. beberapa lokasi tersebut tergolong rawan jika terjadi aliran dengan kapasitas besar. sehingga mendesak agar segera dibangun tanggul bronjong," katanya, jumat (22/2/2013). supriyanto mengungkapkan, belum lama ini luapan air sungai menyebabkan tiga rumah warga yaitu milik siswanta, sukir dan prapto diharjo tergenang luapan banjir. "ketinggian tanggul yang dibangun di sekitar dam hanya sekitar 2-3 meter jadi jika ada aliran cukup besar air akan meluap. untuk tanah kas desa dan pekarangan yang terkikis aliran totalnya lebih dari 200 meter," ungkapnya. di tempat berbeda, koordinator relawan argo merapi community (amc) yusafat mengatakan selama ini aliran yang di sungai opak masih kategori aliran lokal. namun demikian, warga harus tetap waspada jika intensitas hujan yang turun di atas sedang. "masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan ataupun mempunyai rumah di bantaran sungai harus terus meningkatkan kewaspadaan," ujar supriyanto.
editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com

Post a Comment