| Gara-gara Stiker, Penerapan Ganjil-genap Diundur |
kepala dinas perhubungan provinsi dki jakarta udar pristono menyatakan waktu pelaksanaan pembatasan kendaraan melalui pelat nomor ganjil-genap akan diundur. usulan pengunduran telah disampaikan pristono kepada gubernur dki jakarta joko widodo, senin (25/2/2013).pristono menjelaskan, pelaksanaan penerapan ganjil-genap terpaksa diundur karena terganjal permasalahan teknis. salah satunya adalah stiker yang akan ditempel di kendaraan sebagai penanda pelat nomor ganjil atau genap."pada intinya kami mengusulkan pada pak gubernur, ganjil genap ini tidak bisa dilakukan pada bulan maret," kata pristono di balaikota jakarta.sampai saat ini, kata kadishub, stiker-stiker tersebut belum juga diproduksi. waktu pembuatan stiker ikut terkena imbas akibat telatnya pengesahan anggaran (apbd) dki 2013. semula 2,5 juta lembar stiker akan dibuat pada januari, namun mundur dan diharapkan selesai sekitar mei dengan anggaran rp 12,5 miliar."ganjil genap ini membutuhkan stiker, dan stiker itu membutuhkan anggaran dan waktu pembuatan. untuk waktu pembuatan dan anggaran meleset. kita perlu sosialisasi satu bulan, sehingga pelaksanaannya itu, jika disetujui nanti akhir juni," ujar pristono.kebijakan ganjil-genap ini dibuat untuk menekan volume kendaraan di ibu kota, khususnya di pusat kota, dan sekaligus menekan masyarakat untuk beralih ke transportasi massal. adapun lokasi yang disusulkan adalah jalan raya eks 3 in 1, sudirman, thamrin, gatot subroto, dan rasuna said.ganjil-genap akan diberlakukan mulai pukul 06.00-20.00, setiap hari, kecuali sabtu, minggu dan hari libur nasional. peraturan ini berlaku pada mobil pribadi dan selanjutnya menyasar ke sepeda motor.ganjil-genap ditandai dengan angka terakhir di pelat nomor. angka 1,3,5,7,9 masuk dalam ganjil (stiker hijau), dan 0,2,4,6,8 masuk dalam genap (stiker merah). untuk memudahkan masyarakat, penentuan ganjil-genap akan dilakukan mengikuti tanggal di setiap harinya. ganjil-genap tak berlaku untuk kendaraan umum dan angkutan barang.
editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Post a Comment