Home » » Orang Terlatih di Balik Perampokan di Jaktim

Orang Terlatih di Balik Perampokan di Jaktim

Written By laso on Tuesday, 26 February 2013 | 13:42




Orang Terlatih di Balik Perampokan di Jaktim
Orang Terlatih di Balik Perampokan di Jaktim





rentetan aksi perampokan di jakarta timur sejak awal tahun 2013 memiliki dugaan tersendiri terkait siapa pelaku perampokan tersebut. menggunakan senjata api dan senjata tajam, melukai korban jika terdesak, modus serta pola perampokan yang ada, menyiratkan mereka sudah terlatih.

contoh-contoh kasus bahwa itu dilakukan oleh orang terlatih itu sudah banyak. bahkan ada oknum militer atau disersi militer yang menjadi beking mereka perampok
-- thomas sunaryokriminolog thomas sunaryo mengungkapkan, dugaan para pelaku perampokan di jakarta timur dilakukan oleh orang-orang terlatih sangat kuat. sebab, senjata entah senjata api atau senjata tajam, selalu disertakan dalam aksi mereka. sementara, penggunaan alat-alat itu pun tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang."paling tidak dari mereka menggunakan senjata api saja, itu artinya mereka sudah terlatih dalam aksi perampokan," ujarnya saat dihubungi kompas.com selasa (26/2/2013) pagi.demikian halnya penggunaan senjata, modus dan pola perampokan tersebut pun, diakui thomas, sudah demikian terencana. hal itu dapat dilihat mulai dari cara pelaku mengetahui sasarannya, menggambarkan peta lokasi, mempertimbangkan jalan melarikan diri, hingga menentukan waktu yang tepat bagi perampok melancarkan aksinya.bahkan, kata thomas, berdasarkan keterangan yang didapatnya tentang pelaku perampokan, mereka pun diketahui memiliki prosedur dan ketetapan tentang syarat-syarat kondisi tertentu diperbolehkan melakukan penganiayaan terhadap korbannya. hal tersebut terkait erat dengan dari mana kelompok perampok berasal."contoh-contoh kasus bahwa itu dilakukan oleh orang terlatih itu sudah banyak. bahkan ada oknum militer atau disersi militer yang menjadi beking mereka (perampok)," katanya.menurut thomas, kepolisian wajib menelusuri kebenaran bahwa ada orang terlatih, dalam hal ini militer, berada di balik perampokan. menurut dia, polisi harus satu tingkat lebih maju dari pola pikir pelaku perampokan. oleh sebab itu pentingnya profiling narapidana atau orang yang diduga kuat terkait komplotan perampok itu wajib dilakukan."ya intinya polisi harus meningkatkan profesionalismenya. jangan hanya mengandalkan cara-cara kuno dalam penyelidikan," ujarnya.berdasarkan pemberitaan kompas.com dalam kurun waktu januari hingga berita ini diturunkan, telah terjadi 18 kasus perampokan di jakarta timur. dari jumlah tersebut, hanya empat kasus yang pelakunya berhasil ditangkap. itu pun, pelaku ditangkap bukan oleh polisi, melainkan oleh warga atau korbannya sendiri.









editor :
sumber: www[dot]kompas[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger