![]() |
| Korban Kebakaran di Inhil Riau, Sebagian Pulang Kampung ke Sumsel |
90 rumah warga terbakar di riau akibat rembetan api kebakaran lahan. sekitar 40 jiwa masih dipengungsian, sebagian besar warga lainnya memilih pulang kampung ke sumatera selatan (sumsel).kapolres indragiri hilir (inhil), riau, akbp suwoyo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, kamis (27/2/2014). dia menjelaskan, pasca terjadi kebakaran akhir pekan lalu, 40 jiwa kini hidup di tempat pengungsian yang disedikan pemda setempat. lokasinya tidak jauh dari lokasi desa yang terbakar tersebut.masih menurut suwoyo, sebagian besar korban kebakaran itu merupakan warga banjar dan sumsel. selain tinggal di posko pengungsian, warga lainnya ada yang mengungsi di rumah sanak familinya di tembilahan, ibukota inhil."sedangkan warga yang berasal dari sumsel, mereka memilih pulang ke kampung halamannya," kata akbp suwoyo."ada juga warga lainnya menumpang di rumah-rumah penduduk," tambah suwoyo.dia menjelaskan, lokasi kebakaran rumah tersebut tepatnya berada di kampung desa danau simpang kanan, kecamatan pelangiran, kabupaten indragiri hilir (inhil). kasus ini terjadi pada akhir pekan lalu. api diperkirakan dari rembetan kebakaran lahan dan hutan di sekitar desa tersebut."awalnya satu rumah warga yang terbakar. selanjutnya kebakaran itu merembet ke rumah-rumah warga lainnya. tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. nilai kerugian ditaksir sekitar rp 2,5 miliar," kata akbp suwoyo.masih menurut akbp suwoyo, bila dirunut rembetan api yang awalnya membakar satu rumah penduduk, terlihat jelas api berasal dari lahan yang terbakar. kobaran api dari kebakaran lahan tersebut, yang akhirnya masuk ke perkampungan penduduk."kita masih menyelidiki kasus ini terkait kepemilikan lahan yang terbakar itu. tim lafor polda sumut tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini," kata suwoyo.kbs kembali kehilangan satu satwa koleksinya.kali ini giliran anoa jantan asal sulawesi yang mati. saksikan liputan lengkapnya dalam program "reportase malam" pukul 02.44 wib hanya di trans tv (cha/mpr)
sumber: www[dot]detik[dot]com

Post a Comment