, MOJOKERTO - Belum jelas apa motivasinya sehingga Pemkab Mojokerto akan mengadakan mobil dinas baru untuk seluruh camat. Bahkan, ada empat satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) yang juga akan menikmati fasilitas mobil baru. Padahal seluruh camat sebanyak 18 orang itu saat ini sudah menikmati mobil dinas Avanza yang masih layak.Mobil Avanza keluaran sekitar 2008 itu masih cukup ideal. Saat ini, pengadaan mobil baru bagi camat-camat itu tinggal menunggu waktu. Setidaknya, ini terlihat dari rincian anggaran dalam APBD Perubahan yang saat ini tengah dibahas tim anggaran DPRD setempat. Muncul mata anggaran pengadaan 22 unit mobil dinas baru untuk mereka."Memang ada pengajuan anggaran untuk pengadaan mobdin baru untuk para camat. Masih dalam pembahasan di badan anggaran," kata Eka Kurniawan, salah satu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (8/8/2014).Ada mata anggaran yang kini diajukan eksekutif untuk pengadaan 22 unit mobil dinas baru. Tidak main-masin, anggaran yang diajukan dalam Perubahan APBD 2014 untuk pengadaan mobdin camat itu sebesar Rp 3,5 miliar. Saat ini tengah digodok di badan anggaran.Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Mojokerto, Alfiah Ernawati membenarkan jika Sekretariat Kabupaten (Setkab) Mojokerto telah mengajukan anggaran senilai Rp 3,5 miliar ke Banggar DPRD setempat dalam APBD perubahan. Salah satu nomenklatur pada draf P APBD 2014 itu memasukkan rencana pengadaan mobdin baru bagi 18 camat dan 4 SKPD di Kabupaten Mojokerto."Dari hasil hearing di setiap SKPD, kami melalui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) mengajukan anggaran ke Banggar DPRD untuk pengadaan 22 mobdin baru. Karena kondisi mobdin yang lama sudah tak layak dan sering kali rusak," kata Erna.Erna menuturkan, hingga saat ini, pengajuan anggaran yang dimasukkan dalam salah satu nomenklatur draf P APBD tahun 2014 itu masih dalam proses pembahasan antara tim anggaran Pemkab dengan Banggar DPRD Kabupaten Mojokerto. Tentu belum disebutkan, jenis mobil apa yang nantinya bakal dibeli Pemkab untuk para camat.Erna mengaku belum bisa menjelaskan detail mengenai pengadaan ini. Termasuk harga satuan setiap mobil nantinya. Dia memberi alasan bahwa rencana itu belum disetujui oleh Banggar DPRD. Sementara juga belum ada keterangan mengenai rencana membeli mobil apa. "Soal mobil lama dikemanakan, itu urusan nanti," kata Erna.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Post a Comment