![]() |
| Bangunan Pasar Grosir Ngronggo Terancam Mangkrak |
, KEDIRI-Ratusan bangunan kios perluasan Pasar Grosir Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur terancam menjadi bangunan yang mangkrak. Sejauh ini tidak ditemukan solusi terkait kelangsungan pembangunan kios pasar yang telah menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar.Pantauan Jumat (8/8/2014), bangunan kios yang telah mencapai 70 persen itu harus dihentikan di tengah jalan karena belum dipenuhinya semua ketentuan perizinan. Selain itu peruntukan bangunan juga tidak sesuai dengan RT/RW Kota Kediri.Perluasan Pasar Grosir Ngronggo ini pembangunannya murni didanai oleh para pedagang pasar. Para pedagang membayar uang muka kepemilikan kios kemudian diwujudkan dengan pembangunan fisik.Upaya pedagang ini pada awalnya mendapat suport dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri. Malahan pihak PD Pasar telah dua kali mengajukan berkas perizinan tapi tidak diproses.Sejumlah pedagang yang telah order kepemilikan kios menyesalkan terhentinya pembangunan perluasan Pasar Grosir Ngronggo. Apalagi tidak sedikit dana milik pedagang yang terlanjur nyantol untuk pembangunan kios."Sejauh ini masih status quo karena belum jelas bangunannya akan dibongkar apa dilanjutkan. Bangunan itu murni hasil swadaya para pedagang tidak ada dana milik Pemkot Kediri," ungkap Jali, salah satu pedagang kepada .Para pedagang sendiri berharap ada solusi yang dapat diterima keduabelah pihak serta tidak merugikan pedagang. "Kami berharap anggota dewan yang baru mampu memberikan solusi dan jalan keluarnya," tambahnya.Sebelumnya anggota dewan telah merekomendasikan untuk melanjutkan pembangunan perluasan Pasar Grosir Ngronggo. Hanya saja upaya itu terganjal karena belum dipenuhinya semua persyaratan perizinannya.Kabag Humas Pemkot Kediri Drs Djawadi saat dikonfirmasi juga menyebutkan, pembangunan perluasan Pasar Grosir dihentikan karena belum memenuhi semua perizinan dan peruntukan. "Sementara ini pembangunan kiosnya harus dihentikan dahulu," ungkapnya.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Post a Comment