Home » » Ingin Rubah Bekas Penjara Koblen Jadi Wisata Heritage

Ingin Rubah Bekas Penjara Koblen Jadi Wisata Heritage

Written By laso on Friday, 8 August 2014 | 13:30




Ingin Rubah Bekas Penjara Koblen Jadi Wisata Heritage
Ingin Rubah Bekas Penjara Koblen Jadi Wisata Heritage






, SURABAYA - Selain Kalisosok, penjara bersejarah lain milik Surabaya adalah Koblen. Kedua penjara ini sama-sama dibangun Belanda dan menjadi rumah kelam bagi para pejuang yang menentang VOC.Bedanya, setelah masa kemerdekaan, penjara Kalisosok tetap digunakan untuk tahanan sipil, sedangkan Koblen digunakan sebagai Rumah Tahanan Militer (RTM).Dua penjara kuno itu juga sama-sama menjadi milik swasta. Kalisok menjadi aset PT Fairco Jaya Dwipa yang berkantor di Jakarta, sedangkan Koblen milik PT Dwi Budi Wijaya.Sama dengan  eks penjara Kalisosok, kondisi bagian dalam penjara Koblen juga telah berubah rupa. Bangunan sudah lama dibongkar. Bahkan untuk penjara Koblen, wajah penjara yang asli tinggal pada pintu gerbang dan pagar keliling yang terbuat dari susunan batu kali. Di bagian atas pagar, berdiri sejumlah menara penjaga. Menara-menara inilah yang menjadi ikon sekaligus tetenger yang paling terlihat. Meski sama-sama menjadi aset swasta, kedua eks penjara itu kini berbeda situasi.  Kalisosok sejak 2.000 menjadi aset mati. Lahan seluas 3,6 hektare itu dibiarkan mati. Semua pintu gerbang digembok. Sesekali ada penjaga datang untuk mengecek dan menghalau warga yang akan masuk. Situasi inilah yang membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak sabar untuk mengambil alih. Ia ingin mengembalikan keaslian eks penjara itu untuk taman wisata dan museum sejarah, lengkap dengan fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi kreatif.Sebaliknya, eks Penjara Koblen saat ini, situasi cukup semarak. Pemilik lahan, PT Dwi Budi Wijaya memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 4 hektare itu untuk pasar buah. Tidak kurang dari 200 stan pedagang berdiri. Tapi, semua bangunan los hanya memanfaatkan tenda-tenda dan rangka kayu. Tidak ada bangunan permanen di sana.Direktur PT Dwi Budi Wijaya, I Wayan Arcana mengatakan, pihaknya sudah lama ingin menyulap eks penjara itu lebih dari sekadar pasar buah.Pihaknya memimpikan eks penjara itu menjadi pasar wisata sejarah bernilai ekonomi tinggi. Wayan Arcana menyebut konsep yang akan dikembangkannya itu dengan nama Pasar Agrikultural. Investasi sekitar Rp 500 miliar sudah disiapkan. Gedung penjara akan direvitalisasi untuk wisata sejarah. Lalu, kegiatan perdagangan akan ditata secara modern dan ditingkatkan menjadi pusat perkualakan semua produk agrobisnis.“Konsepnya akan sangat berbeda dengan pasar agrobis manapun. Ini karena lahannya adalah cagar budaya. Jadi, konsep pusat perkulakan Pasar Koblen nantinya akan dikemas dalam bentuk wisata heritage. Masyarakat bisa menikmati warisan sejarah sekaligus menyaksikan transaksi grosir buah bernilai miliaran rupiah per malam,” ujarnya. (idl/ben)




Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Bagikan Berita :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger