| Bocah Kelas 5 SD Koma Diduga Diperkosa, Komnas PA Minta Pelaku Ditangkap |
Detik bocah perempuan berusia 11 tahun diduga diperkosa. bocah kelas 5 sd ini kini koma dan dirawat di rs persahabatan, jaktim. warga pulogebang itu menderita pembengkakan pada kemaluannya diduga karena benda tumpul."ini kejadian mengerikan. pelakunya harus segera ditangkap," jelas ketua komisi perlindungan anak indonesia (komnas pa) arist merdeka sirait saat dikonfirmasi detikcom, jumat (4/1/2013).arist yang sudah mengunjungi korban di ruang icu rs persahabatan menuturkan, berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa itu dimulai 2 bulan lalu, sekitar november.sang ibu selama 2 bulan dirawat di rs persahabatan karena menjalani operasi. ketika awal desember dia pulang ke rumah, dia melihat anak bungsunya itu terlihat kurus dan berbeda. korban tidak ceria lagi."kata ibunya, dia kalau ke sekolah minta diantar. dia ketakutan ke sekolah," terang arist.sang ibu lalu mengantarkan anaknya itu ke sekolah. tapi kemudian, diketahui juga kala mencuci pakaian anaknya, di celana dalamnya selalu ditemukan bercak darah. sang anak mengaku itu bukan luka."pada akhir desember, anak ini mengalami kejang-kejang. ibunya membawa ke puskesmas, kata dokter di puskesmas sakit getah bening. kemudian pulang ke rumah. sampai di rumah obat habis, dan karena tak ada uang meminjam ke tetangga dan mendata uang untuk ke dokter umum. kata dokter terkena tifus," jelas arist.tapi setelah membeli obat dan habis obatnya, sakit yang disebut tifus itu tak sembuh juga. anak ini terus kejang-kejang. karena tak punya uang, keluarga pemulung itu tak bisa berbuat banyak."akhirnya seorang tetangga bernama sumarni tidak tega dan membawa anak itu ke rs persahabatan, dengan menanggung biayanya. akhirnya di ruang igd setelah diperiksa, di kemaluan anak itu bengkak. dan diduga ada kekerasan seksual," jelasnya.dokter kemudian mengambil tindakan medis. anak itu dirawat di ruang icu persahabatan. "kesadarannya diturunkan agar tidak kejang-kejang. sudah 6 hari dirawat. pihak rumah sakit juga sudah menjamin gratis biaya pengobatan dengan jamkesda dan jamkesmas," urainya. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com
Post a Comment