Berita Terbaru
Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Kebakaran Hutan Hanguskan Rumah Warga dan SD di Riau

Written By laso on Monday, 24 February 2014 | 04:28




Kebakaran Hutan Hanguskan Rumah Warga dan SD di Riau
Kebakaran Hutan Hanguskan Rumah Warga dan SD di Riau





kebakaran hutan dan lahan di riau membakar tiga rumah dan sekolah dasar. sekitar 87 kepala keluarga sempat mengungsi karena asap pekat.kapolres bengkalis, akbp andry wibowo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, minggu (23/2/2014). andry menjelaskan, lokasi rumah warga yang terbakar dari rembetan kebakaran lahan berada di dusun bukit lengkung kecamatan bukit batu, bengkalis yang berbatasan langsung dengan pemkot dumai."rembetan kebakaran lahan ini berasal dari wilayah dumai sampai masuk ke wilayah kita," kata andry.masih menurut andry, tiga rumah yang terbakar adalah rumah semi permanen termasuk gedung sd jarak jauh empat pintu. pihak kepolisian awalnya menerima laporan tersebut pada 21-02-2014 siang hari.dari laporan tersebut, kata andry, tim langsung menuju ke lokasi. pihak kepolisian bersama masyarakat peduli api (mpa) dan tim bpbd bengkalis sebanyak dua regu juga turut terjun ke lokasi."namun api sangat sulit dipadamkan karena keterbatasan peralatan dan air. ini belum lagi lokasi yang terbakar adalah lahan gambut yang menimbulkan asap pekat. tim juga kesulitan karena tebalnya kabut asap yang mengganggu pernafasan," kata andry.selama dua hari pihak kepolisian bersama tim lainnya dan masyarakat terus berjibaku seadanya untuk memadamkan api.next

halaman
1 2


next


polisi akan memanggil m dan memeriksa 18 orang saksi terkait kasus penyekapan 13 pembantu rumah tangga di rumah m di bogor, jawa barat. saksikan liputan lengkapnya dalam program "reportase malam" pukul 01.35. wib hanya di trans tv (cha/ahy)
sumber: www[dot]detik[dot]com

Mendikbud Tanya Persiapan UN, Siswa SD Mengaku Deg-degan

Written By laso on Monday, 6 May 2013 | 12:28




Mendikbud Tanya Persiapan UN, Siswa SD Mengaku Deg-degan
Mendikbud Tanya Persiapan UN, Siswa SD Mengaku Deg-degan





mendikbud m nuh meninjau persiapan ujian nasional tingkat sekolah dasar (sd). m nuh memberi motivasi dan semangat kepada siswa siswi sd yang akan menghadapi un.pantauan detikcom, senin (6/5/2013), saat berkunjung ke sd bhakti, jl bhakti, kemanggisan, jakarta barat, m nuh disambut oleh ratusan siswa di sekolah tersebut dengan antusias. nuh juga menemui dan berbincang dengan sejumlah siswa sd di sekolah tersebut. "siapa namanya?" tanya nuh."irfan," jawab seorang siswa."gimana rasanya mau un?"tanya nuh lagi."deg-degan," jawab irfan polos."tapi biasa dong deg-degan? yakin sukses?" kata nuh."insyaallah," tegas irfan.nuh bertemu dengan siswa lainnya bernama fadlan. fadlan juga mengaku deg-degan ketika menghadapi un pagi ini."deg-degan sedikit," jawab fadlan."berapa kali dignya? berapa kali dugnya?" canda nuh.mendengar hal itu, fadlan hanya tersenyum. nuh mendoakan fadlan dan anak-anak lainnya agar sukses dalam menjalani un hari ini."kita doain sukses," imbuhnya. (dnu/mpr)
sumber: www[dot]detik[dot]com

Jokowi Berkeringat Bagi-bagi Seragam SD Bagi Korban Banjir

Written By laso on Saturday, 26 January 2013 | 22:33




Jokowi Berkeringat Bagi-bagi Seragam SD Bagi Korban Banjir
Jokowi Berkeringat Bagi-bagi Seragam SD Bagi Korban Banjir





setiap mengunjungi korban banjir, gubernur jakarta jokowi tak lupa membawa oleh-oleh yaitu baju seragam sd dan buku tulis. saat berkunjung ke korban banjir di penjaringan, hal serupa dilakukannya.jokowi bagi-bagi buah tangan itu di pasar ikan luar batang, kecamatan penjaringan, jakarta utara, minggu (27/1/2013). seragam dan buku tulis itu diangkut truk satpol pp warna biru tua.jokowi membagikan buah tangan itu di belakang bak truk. warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak antusias mengerubuti jokowi. mereka tidak sabar antre sehingga berebutan. jokowi yang berkemeja putih melayani dengan sabar hingga peluh membanjiri wajahnya.jokowi sesekali mencoba mengatur warga agar tertib. "antre dong, antre," ujar jokowi. tapi warga tetap berebutan. cuaca terik dan rebutan membuat seorang warga jatuh pingsan.ibu mutiah, 29, warga pasar ikan rt 1/rw 4, ada di antara warga yang berebutan tersebut. "alhamdulillah ada sumbangan ini. sebelumnya nggak pernah," ujarnya saat ditanya detikcom.mutiah mengaku, sebelumnya dia telah berusaha antre tertib selama 15 menit. tapi karena warga berebutan, dia jadi ikut-ikutan."ini buat anak saya, namanya adinda umurnya 7 tahun," katanya sambil menggendong anaknya yang berusia 1,5 tahun, luzain. bocah itu menangis. (nrl/nrl)
sumber: www.detik.com

Siswa SD Pesta Miras, Dinas Pendidikan Kota Bima Gelar Penyelidikan

Written By laso on Tuesday, 15 January 2013 | 00:00




Siswa SD Pesta Miras, Dinas Pendidikan Kota Bima Gelar Penyelidikan
Siswa SD Pesta Miras, Dinas Pendidikan Kota Bima Gelar Penyelidikan





Detik sejumlah siswa sd di kota bima dikabarkan melakukan pesta miras. mereka melakukannya usai pelajaran olahraga. para siswa ini dipergoki pihak sekolah sedang berkumpul di samping sekolah."ini kita masih melakukan penelusuran. apakah benar minuman keras atau minuman lain," kata sekretaris dinas pendidikan kota bima, alwi yasin, saat dikonfirmasi detikcom, selasa (15/1/2013).pesta miras itu diduga dilakukan pada senin (14/1). laporan itu didapatkan dari siswa perempuan di sd itu kepada guru mereka bahwa para siswa kelas v yang laki-laki membeli minuman keras."kepala sekolah sudah kita panggil. penjelasan awal itu katanya minuman teh bersoda, tapi kita selidiki lebih lanjut," imbuhnya.menurut alwi, berita menjadi ramai bahwa para siswa meminum minuman keras dari pemberitaan di media. pihaknya juga akan segera ke sekolah sd itu untuk melakukan penelusuran."kita akan cek ke guru sd negeri 7 itu langsung. kita akan segera konfirmasikan," jelasnya. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com

Polisi Pastikan Bocah SD di Rawa Bebek Alami Kekerasan Seksual

Written By laso on Wednesday, 9 January 2013 | 01:14




Polisi Pastikan Bocah SD di Rawa Bebek Alami Kekerasan Seksual
Polisi Pastikan Bocah SD di Rawa Bebek Alami Kekerasan Seksual





Detik polisi mengaku sudah mulai mendapat titik terang soal kasus dugaan kekerasan seksual pada bocah sd di rawa bebek, jakarta timur. polisi mendapatkan kepastian itu setelah mendengar keterangan dari dokter."iya, jadi ada kerusakan (akibat) benda tumpul. kekerasan benda tumpul itu dianalogikan kekerasan seksual," jelas kabid humas polda metro jaya kombes pol rikwanto di mapolda metro jaya, jl sudirman, jakarta, rabu (9/1/2013).rikwanto menuturkan, sejumlah saksi juga sudah diperiksa. total ada 16 orang yang sudah dimintai keterangannya. tetapi polisi belum mengarah kepada tersangka."kemarin malam dilakukan gelar untuk pertajam hasil observasi terhadap korban, gelar visum sifatnya, di rs persahabatan, penyidik hadir," terangnya.dari 16 saksi yang diperiksa, polisi masih mendalami keterangan beberapa orang. "ini sedang dikroscek pendapatnya sehingga nanti bisa mengerucut ke siapa yang paling dicurigai untuk dijadikan tersangka," tuturnya.korban meninggal dunia pada minggu (6/1). dia menjalani perawatan selama seminggu di rs persahabatan. dia menderita radang otak. namun ditemukan dugaan kekerasan seksual pada kemaluan korban. (mei/ndr)
sumber: www.detik.com

Polisi Diminta Segera Ungkap Pelaku Dugaan Pemerkosaan Atas Bocah SD

Written By laso on Monday, 7 January 2013 | 20:43




Polisi Diminta Segera Ungkap Pelaku Dugaan Pemerkosaan Atas Bocah SD
Polisi Diminta Segera Ungkap Pelaku Dugaan Pemerkosaan Atas Bocah SD





Detik polisi diminta segera mengungkap kasus dugaan pemerkosaan terhadap bocah sd, ri. nama-nama orang yang dicurigai sebagai pelaku yang disebut saksi harus segera diperiksa. bila ditemukan bukti kuat, pelaku harus segera diadili."ini sangat sadis pelakunya. polisi harus segera mengungkap dan menangkap pelaku," kata ketua komnas pa arist merdeka sirait saat dikonfirmasi detikcom, selasa (8/1/2013).arist mendorong autopsi yang sudah dilakukan rscm pada senin (7/1) hasilnya disampaikan ke publik. patut diduga, dengan mendengar keterangan awal dari dokter rsup persahabatan ada kekerasan yang terjadi pada kemaluan korban. ri meninggal dunia setelah dirawat di rsup persahabatan karena radang selaput otak."jadi sejak awal, keterangan dokter dan keterangan keluarga menyimpulkan, dan hasil investigasi kami bahwa 90 persen terjadi kekerasan seksual berulang-ulang," terang arist.walau korban sudah meninggal dunia dan tidak muncul pengakuan dari korban, diharapkan polisi bisa mendapatkan keterangan dari saksi. "kita berharap polisi bisa bekerja maksimal," tuturnya. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com

Siswi SD Terduga Korban Pemerkosaan Bebas Biaya Perawatan




Siswi SD Terduga Korban Pemerkosaan Bebas Biaya Perawatan
Siswi SD Terduga Korban Pemerkosaan Bebas Biaya Perawatan





Detik kepala dinas kesehatan dki dien emawati menegaskan bahwa siswi sd di pulogebang, cakung, yang meninggal dunia dengan dugaan akibat pemerkosaan, bebas dari segala biaya perawatan medis. orang tua korban yang mencari nafkah sebagai pemulung juga akan mendapatkan kartu jakarta sehat (kjs). "kalau dari dinas kesehatan kita gratiskan. nanti keluarganya akan kita berikan kartu jakarta sehat (kjs)," ujar dien di balaikota, jl medan merdeka selatan, jakarta pusat, senin (7/1/2013).sebelumnya, keluarga ini memang tidak mendapat kjs karena bukan wilayah sampel kjs,"dia masuk di pulau gebang, cakung, gak dapat sample. kan samplenya di lima wilayah," tambah dien.namun demikian dengan menggunakan ktp dan kartu keluarga, asal tidak mampu biaya kesehatan digratiskan. apalagi terkait dengan tindak kekerasan."udah gratis, apalagi itu kan kekerasan," tutur dien.sebelumnya, bocah kelas 5 sd, ri, yang diduga menjadi korban pemerkosaan meninggal dunia minggu (6/1/2013) pagi di rsup persahabatan, jakarta timur. dia dibawa ke rs milik pemerintah itu pada 29 desember 2012 lalu dalam kondisi kemaluannya luka parah dan kejang-kejang.selain luka infeksi di kemaluan, ri juga menderita radang selaput otak. soal dugaan pemerkosaan itu, tim dokter menunggu hasil visum lengkap hari ini. (lh/lh)
sumber: www.detik.com

Bocah Kelas 5 SD Koma Diduga Diperkosa, Komnas PA Minta Pelaku Ditangkap

Written By laso on Thursday, 3 January 2013 | 20:10




Bocah Kelas 5 SD Koma Diduga Diperkosa, Komnas PA Minta Pelaku Ditangkap
Bocah Kelas 5 SD Koma Diduga Diperkosa, Komnas PA Minta Pelaku Ditangkap





Detik bocah perempuan berusia 11 tahun diduga diperkosa. bocah kelas 5 sd ini kini koma dan dirawat di rs persahabatan, jaktim. warga pulogebang itu menderita pembengkakan pada kemaluannya diduga karena benda tumpul."ini kejadian mengerikan. pelakunya harus segera ditangkap," jelas ketua komisi perlindungan anak indonesia (komnas pa) arist merdeka sirait saat dikonfirmasi detikcom, jumat (4/1/2013).arist yang sudah mengunjungi korban di ruang icu rs persahabatan menuturkan, berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa itu dimulai 2 bulan lalu, sekitar november.sang ibu selama 2 bulan dirawat di rs persahabatan karena menjalani operasi. ketika awal desember dia pulang ke rumah, dia melihat anak bungsunya itu terlihat kurus dan berbeda. korban tidak ceria lagi."kata ibunya, dia kalau ke sekolah minta diantar. dia ketakutan ke sekolah," terang arist.sang ibu lalu mengantarkan anaknya itu ke sekolah. tapi kemudian, diketahui juga kala mencuci pakaian anaknya, di celana dalamnya selalu ditemukan bercak darah. sang anak mengaku itu bukan luka."pada akhir desember, anak ini mengalami kejang-kejang. ibunya membawa ke puskesmas, kata dokter di puskesmas sakit getah bening. kemudian pulang ke rumah. sampai di rumah obat habis, dan karena tak ada uang meminjam ke tetangga dan mendata uang untuk ke dokter umum. kata dokter terkena tifus," jelas arist.tapi setelah membeli obat dan habis obatnya, sakit yang disebut tifus itu tak sembuh juga. anak ini terus kejang-kejang. karena tak punya uang, keluarga pemulung itu tak bisa berbuat banyak."akhirnya seorang tetangga bernama sumarni tidak tega dan membawa anak itu ke rs persahabatan, dengan menanggung biayanya. akhirnya di ruang igd setelah diperiksa, di kemaluan anak itu bengkak. dan diduga ada kekerasan seksual," jelasnya.dokter kemudian mengambil tindakan medis. anak itu dirawat di ruang icu persahabatan. "kesadarannya diturunkan agar tidak kejang-kejang. sudah 6 hari dirawat. pihak rumah sakit juga sudah menjamin gratis biaya pengobatan dengan jamkesda dan jamkesmas," urainya. (ndr/nrl)
sumber: www.detik.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lensa Berita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger